Menu

Mode Gelap
Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK Berangkatkan 83 Calhaj, Ardiansyah Doakan Jadi Haji Yang Mabrur Kasmidi Siapkan Bonus bagi Atlet Kutim yang Berlaga di Fornas VI Palembang Besok, 83 Calon Haji Kutim Siap Berangkat ke Baitullah

Advertorial · 29 Nov 2021 21:51 WITA

Pemkab Kutim Luncurkan Aplikasi Pengaduan Lingkungan Hidup Berbasis Android


 Pemkab Kutim Luncurkan Aplikasi Pengaduan Lingkungan Hidup Berbasis Android Perbesar

Kutai Timur – Pemkab Kutim Luncurkan Aplikasi Layanan Pengaduan Lingkungan Hidup Berbasis Android sebagai upaya untuk memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan terhadap lingkungan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, meluncurkan sistem layanan pengaduan berbasis Android.

Diutarakan oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Armin Nazar, aplikasi dengan nama SIPEDULI (Sistem Pengaduan Dampak Lingkungan), dibuat sebagai bentuk upaya mengoptimalkan penanganan pengaduan masyarakat terkait lingkungan.

Launching dan sosialisasi aplikasi SIPEDULI, Ruang Rapat Kalpataru, DLH Kutai Timur. (foto:Istimewa)
“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan terhadap lingkungan hidup sangat dibutuhkan,” paparnya saat memimpin kegiatan launching dan sosialisasi aplikasi SIPEDULI, di ruang rapat Kalpataru DLH Kutai Timur.

“Untuk itu DLH Kutai Timur membuat sistem pengaduan dampak lingkungan, yang disingkat SIPEDULI,” imbuh Armin.

Diharapkannya, dengan adanya aplikasi SIPEDULI ini, masyarakat bisa lebih mudah dalam menyampaikan aduan terkait dampak lingkungan. Baik dari aktifitas ataupun permasalahan lain yang berdampak langsung terhadap lingkungan hidup. Selain itu, dengan adanya SIPEDULI, maka pengaduan akan lebih efektif dan efisien, dari segi waktu maupun biaya.

Dalam giat tersebut, bertindak sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Agus Salim HM.

Dalam kesempatan yang sama, Agus menjelaskan, dibentuknya aplikasi SIPEDULI ini, tentunya agar bisa menumbuhkan rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan dan turut berperan aktif dalam pengawasan lingkungan.

Dirinya meyakini, dengan timbulnya partisipasi masyarakat, akan meningkatkan pengawasan akan dampak lingkungan, baik dari masyarakat sendiri, maupun pemerintah.

“Aplikasi ini disebut SIPEDULI karena merupakan keinginan DLH Kutai Timur, agar masyarakat ikut peduli terhadap dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitarnya,” ucap Agus.

Agus pun berharap, dengan adanya aplikasi SIPEDULI ini, akan membantu meningkatkan kinerja DLH Kutai Timur dalam menindaklanjuti permasalahan yang ada. (Adv)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan

30 Juni 2022 - 17:27 WITA

DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK

30 Juni 2022 - 16:04 WITA

Berangkatkan 83 Calhaj, Ardiansyah Doakan Jadi Haji Yang Mabrur

30 Juni 2022 - 14:39 WITA

Kasmidi Siapkan Bonus bagi Atlet Kutim yang Berlaga di Fornas VI Palembang

30 Juni 2022 - 14:36 WITA

Folder Ilham Maulana jadi Pusat Kunjungan Pariwisata Kutim

30 Juni 2022 - 11:14 WITA

Besok, 83 Calon Haji Kutim Siap Berangkat ke Baitullah

29 Juni 2022 - 09:11 WITA

Trending di Advertorial