Anggota DPRD Komisi D Soroti Wacana Pemerintah Tentang Program Pendidikan Gratis Di Kutim

- Redaksi

Senin, 13 November 2023 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Adanya informasi terkait wacana akan diadakannya pelaksanaan program pendidikan gratis di Kutai Timur menjadi satu informasi yang cukup menggembirakan.

Namun Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur (Kutim), M. Amin, mengkritisi pelaksanaan program pendidikan gratis di Kutim tersebut,  yang menurutnya tidak sepenuhnya gratis, meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim telah mencanangkan pendidikan gratis untuk Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga :   Jalan Kutim Hanya 10 Persen yang Bagus, Anggota DPRD Kutim: Butuh Bertahun-tahun untuk Perbaikan

Menurut Amin, Dinas Pendidikan Kutim, yang merupakan bagian dari Pemkab Kutim, perlu menjelaskan secara rinci tentang definisi pendidikan gratis yang selama ini diumumkan oleh Pemkab Kutim. Menurutnya, masih terdapat pungutan-pungutan di lapangan, yang menyebabkan program pendidikan gratis tidak berjalan sesuai harapan.

Selama ini Masih ada pungutan yang sering dikeluhkan oleh orang tua murid, menurut Amin, termasuk pembelian buku dan seragam sekolah yang diwajibkan melalui koperasi sekolah. Amin menyatakan bahwa ini menjadi beban bagi orang tua murid, terutama mereka yang tidak mampu.

Baca Juga :   TPST Prima Sangatta Eco Waste Jadi Sumber Keluhan Warga, Faizal Rachman Minta Penanganan Serius

Penghapusan pungutan dalam bentuk apapun seharunya dilakaukan ujar Amin, terutama dengan APBD Kutim yang cukup besar dalam dua tahun terakhir. Ia mengusulkan agar Dinas Pendidikan Kutim memanfaatkan anggaran tersebut untuk menggratiskan buku pelajaran dan seragam sekolah untuk semua SD dan SMP di Kutim.

Dengan APBD Kutim tahun 2023 mencapai Rp9,7 triliun dan diperkirakan mencapai Rp10-11 triliun pada tahun 2024, Amin berharap Pemkab Kutim, khususnya Dinas Pendidikan, dapat mendengarkan masukan dari masyarakat terkait masalah ini. Ia menyimpulkan dengan mengatakan bahwa pembelian buku dan seragam sekolah seharusnya tidak lagi menjadi beban tahunan bagi orang tua murid.(Adm1)

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:57 WITA

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA