Menu

Mode Gelap
Pengurus BKMM-DMI Kota Balikpapan Dilantik Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK

Kominfo Kutai Timur · 2 Des 2022 WITA

Ardiansyah: Inflasi Bulanan di Daerah Masih Terkendali


 Ardiansyah: Inflasi Bulanan di Daerah Masih Terkendali Perbesar

Kutai Timur – Bupati Kabupaten Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan inflasi bulanan di daerah masih bisa dikendalikan. Menurut data Disperindag, ketahanan pangan dan bahan pangan lainnya masih dalam batas aman dalam beberapa bulan ke depan.

Hal ini berdasarkan dari data dan laporan yang disampaikan Disperindag Kabupaten Kutim kepada bupati sebagai ketua Tim pengendalian Inflasi Daerah di Kabupaten.

“Data dari Disperindag, persoalan ketahanan pangan dan lainnya yang menjadi pemicu inflasi di Kutim masih dalam batas aman. Kecuali satu komoditi saja yakni cabe merah,” ujar Ardiansyah Sulaiman usai mengikuti Rapat video conference, Senin (28/11/2022)

Dalam rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Daerah dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang diikuti juga oleh kepala daerah seluruh Indonesia, Bupati Ardiansyah Sulaiman menggarisbawahi jika stok minyak goreng belum bisa diungkap datanya disebabkan ada kesalahan data.

Sementara untuk yang lain masih cukup bagus, termasuk harga telur masih stabil, daging bahkan masih bisa dikoordinasikan daerah lain.

Sementara terkait rapat pengendalian inflasi bersama Mendagri, ia menyampaikan beberapa daerah di Kaltim tak termasuk dalam inflasi tertinggi juga bukan yang terendah, berdasarkan informasi dari Kemendagri.

“Untuk Kutim, Alhamdulillah bukan yang termasuk yang dibicarakan dalam rapat itu,” kata Ardiansyah didampingi Kejari Kutim Henriyadi, Kadistanak Dyah Ratnaningrum, Kadiskop Darsafani, Kepala Bappeda Noviari, Kadis PU M Muhir dan didampingi perwakilan beberapa OPD terkait.

Dirinya menyampaikan saat ini masih menitikberatkan kepada Dinas Ketahanan Pangan karena merupakan penanggung jawabnya. Bupati kemudian memerintahkan Distanak berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengintervensi program-program ke masyarakat.

“Misalnya, karena inflasi di komoditi cabai tinggi. Bagaimana mengajak masyarakat untuk menanam cabai dan sayur. Karena barang itu sangat murah saja, harganya pun cuman puluhan ribu namun dibutuhkan setiap hari oleh masyarakat. Coba ajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan,” saran bupati.

“Penanganan inflasi di daerah baru didapatkan instruksinya pada bulan Oktober. Jika kita mulai mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maka hasilnya (dari menanam cabai) baru bisa dirasakan pada bulan Januari tahun depan,” jelas Ardiansyah Sulaiman.(adv

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Pemkab Kutim Galang Donasi Untuk Gempa Cianjur

6 Desember 2022 - 19:34 WITA

Pilkades Serentak di Kutim Berjalan Aman dan Kondusif

5 Desember 2022 - 10:36 WITA

Jalan AMD Sangatta Selatan Telah di Semen

4 Desember 2022 - 16:56 WITA

DPU Kutim Mulai Perbaiki Jalan di Rantau Pulung

4 Desember 2022 - 16:47 WITA

Bupati Kutim Buka Kegiatan Pemberian Bantuan Inflasi Dampak Naiknya BBM

4 Desember 2022 - 12:56 WITA

Dispar Kutim Akan Buat Rambu Peringatan Untuk Cegah Vandalisme

3 Desember 2022 - 12:15 WITA

Trending di Kominfo Kutai Timur