Bahrani: Penerapan Konsep ABCDE Diharapkan Mampu Tekan Angka Kasus HIV/AIDS di Indonesia

- Redaksi

Jumat, 19 Mei 2023 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan target ambisius untuk mengakhiri penyebaran AIDS di Indonesia pada tahun 2030. Langkah pencegahan penularan HIV/AIDS menjadi fokus utama bagi negara-negara anggota WHO, termasuk Indonesia.

“Dalam tahun 2023 ini, program eliminasi terhadap tiga penyakit yaitu AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria dicanangkan dengan singkatan ATM,” ujar Kepala Dinas Kesehatan saat diwawancarai oleh awak media pada Jumat (19/5/2023).

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS di Indonesia masih belum mengalami penurunan yang signifikan. Data yang terekam dari tahun 2005 hingga Desember 2015 mengindikasikan terdapat 191.073 individu yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia.

Berkaitan dengan hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur, Bahrani Hasanal, menyoroti kendala dalam memantau penyebaran HIV/AIDS di berbagai daerah secara akurat.

Baca Juga :   Kutim Mendapat Penghargaan Juara 1 Pembinak Koperasi dan UMKM Terbaik se-Kalimantan Timur

“Kita menghadapi kesulitan dalam memantau penyebaran ini di daerah-daerah yang berbeda dan kapan saja,” ujarnya.

Bahrani juga mengemukakan bahwa penurunan angka kasus HIV/AIDS di Indonesia diharapkan dapat diwujudkan melalui penerapan konsep ABCDE yang telah lama disosialisasikan sebagai langkah pencegahan utama.

A (Abstinence): Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah menjadi salah satu langkah pencegahan utama yang berhasil mendorong penurunan angka kasus HIV/AIDS. Program edukasi yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan sehat dan penghormatan terhadap diri sendiri telah membantu mengubah perilaku masyarakat, terutama remaja, dalam menghadapi tekanan sosial terkait seksualitas.

B (Be faithful): Kesetiaan pada pasangan juga telah berkontribusi besar terhadap penurunan angka infeksi HIV/AIDS. Melalui kampanye dan program yang mendorong komunikasi terbuka antara pasangan serta peningkatan pemahaman mengenai pentingnya setia dalam hubungan, banyak pasangan yang mampu menjaga kesetiaan mereka, mengurangi risiko penularan.

Baca Juga :   Menerapkan Kurikulum Merdeka Merupakan Transformasi Pendidikan di Kutai Timur

C (Condom): Meskipun kampanye penggunaan kondom pernah menimbulkan kontroversi di Indonesia, penggunaan kondom tetap menjadi langkah efektif dalam mencegah penularan HIV/AIDS. Upaya untuk menghilangkan stigma terhadap penggunaan kondom serta penyediaan akses yang lebih mudah telah membuahkan hasil dengan peningkatan penggunaan kondom dalam hubungan seksual.

D (Don’t use drugs): Tidak menggunakan narkoba, terutama yang disuntikkan, telah menjadi langkah pencegahan penting dalam menekan penyebaran HIV/AIDS. Program rehabilitasi, pendidikan, dan dukungan bagi mantan pengguna narkoba telah berhasil mengurangi jumlah kasus penularan melalui jarum suntik.

Baca Juga :   Dispar Kutim Menggelar Pelatihan Hair Salon Bisnis 2023

E (Education): Edukasi dan penyuluhan terus menjadi tulang punggung dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Program-program yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari sekolah hingga tempat kerja, telah meningkatkan kesadaran mengenai faktor risiko dan langkah-langkah pencegahan. Informasi yang akurat dan mudah diakses telah membantu mengubah persepsi masyarakat terhadap HIV/AIDS.

Walaupun tujuan untuk mengakhiri penyebaran AIDS di Indonesia pada tahun 2030 merupakan target yang ambisius, upaya terus dilakukan oleh pemerintah dan berbagai instansi terkait untuk mencapai hasil yang diinginkan. Peran serta masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan mematuhi langkah-langkah pencegahan tetap menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan tersebut. (Adv)

 

Berita Terkait

Pesantren Kilat Ramadhan 1445H Disdik Kutim Di Buka Bupati
Berkah Ramadhan, Baznas Kutim Siap Bagikan 4000 Paket Sembako Untuk Mustahik
Kutai Timur Bakal Punya Pabrik Amonium Nitrat Inovatif dan Berkualitas di Indonesia
Akreditasi PAUD PNF Terbanyak se Kaltim, Bunda PAUD dan Disdikbud Kutai Timur Raih Tiga Penghargaan dari BAN PAUD PNF Prov. Kaltim
Disdik Adakan Bimtek Pengembangan Aplikasi Learning Management System Untuk Pendidikan Nonformal
Pengukuhan Perempuan Indonesia Maju, Bupati Harap Perempuan Diberi Ruang Yang Adil
Kasmidi Bulang Lepas Peserta Jelajah Bukit Pelangi
Darsafani Upayakan Diskop UKM Kutim Dari Grade B Naik Ke Grade A

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:13 WITA

Kasmidi Bulang Kembalikan Formulir Ke PDI Dan Inginkan Berjuang Bersama PDI

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:05 WITA

Leni Berikan Dukungan Penuh untuk UMKM OSAKA, Binaan PT Pamapersada Nusantara

Sabtu, 11 Mei 2024 - 22:07 WITA

Bupati Kutim Hadiri Halal Bilhalal KKSS Dan Ingatkan Pentingnya Menyambung Talisilaturahmi

Jumat, 10 Mei 2024 - 22:17 WITA

Kutim Terapkan Kebijakan Pajak Baru, Restoran dan Hotel Jadi Target Utama, Anjas Angkat Bicara

Kamis, 9 Mei 2024 - 07:43 WITA

A. Junaidi Dilantik Jadi Kepala Dinas PPKB Kutim, Namun Terus Berkomitment Lanjutkan Program Pembinaan PAUD

Rabu, 8 Mei 2024 - 19:26 WITA

Bupati Lantik Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemkab Kutim

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:33 WITA

Program Beasiswa Stimulan Disdikbud Kutai Timur Berikan Dorongan Positif bagi Pendidikan

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:32 WITA

Dinas Pendidikan Kutai Timur Integrasikan Bahasa Kutai dalam Kurikulum Sekolah Dasar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!