Ardiansyah Sulaiman Hadiri Acara Sosialisasi Implementasi Layanan “Cap Jempol” di Ponpes Ibnu Katsir

- Redaksi

Minggu, 13 Agustus 2023 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kaltimterkini.com, Sangatta – Dalam rangka meningkatkan pelayanan Pendidikan Non Formal (PNF) di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Katsir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur telah mengadakan sosialisasi lanjutan mengenai implementasi layanan “Cap Jempol” (Cara Pelayanan Jemput Bola). Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dan dilangsungkan di Masjid Al-Abror Ponpes Ibnu Katsir Kanal 3 Jalan Sawitto Pinrang Gang Rahmat, Sangatta Utara, pada hari Sabtu (12/8/2023) siang.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Proses Pembelajaran Kesetaraan antara Kepala SPNF SKB dengan Pimpinan Ponpes Ibnu Katsir, pemasangan rompi dan pengenal bagi petugas pendataan warga belajar Paket A, B, dan C oleh tim Cap Jempol. Selain itu, media pembelajaran diserahkan kepada Pokjar Ponpes Ibnu Katsir, dan Bupati Ardiansyah memberikan penghargaan kepada Ponpes Ibnu Katsir dengan menandatangani sertifikat penghargaan.

Baca Juga :   Perda Baru untuk Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Resmi Disahkan di Kutai Timur

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa ilmu merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, sehingga diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan. Aturan tersebut mewajibkan seluruh anak bangsa Indonesia untuk menuntut ilmu. “Ilmu dan amal adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan dan menjadi kemuliaan bagi manusia,” ujar Ardiansyah di hadapan para staf ahli Bupati Sulastin, Kepala Dinas Dukcapil Jumeah, Kepala Kemenag Kutim Mulyadi, Kepala Dinas LH Kutim Harmin, Kepala Bidang (Kabid) PLS Disdikbud Kutim Achmad Junaidi, Kepala SPNF SKB Tasmawati, dan seluruh pengajar dan santri Ponpes Ibnu Katsir.

Baca Juga :   Gelar Rapat Kerja Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Komisi D DPRD Kutim Minta Semua Program Bisa Terealisasi

Selanjutnya, Bupati Ardiansyah mengapresiasi program Cap Jempol yang diselenggarakan oleh Disdikbud. Program ini memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan pengakuan negara melalui sertifikat (Ijazah). “Cap Jempol memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin memperoleh pendidikan, mulai dari Paket A, B, dan C,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan SNF Kutim, Achmad Junaidi, yang mewakili Kadisdikbud Kutim, menjelaskan bahwa program Cap Jempol bertujuan untuk memperkenalkan program pendidikan non formal dan lembaga non formal secara luas, serta menyelesaikan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Kutai Timur. “Layanan Cap Jempol dilakukan melalui empat langkah, yaitu pendataan dan pendaftaran warga belajar oleh tim Cap Jempol, proses belajar mengajar dihadiri oleh pamong dan tutor, proses ujian dihadiri oleh pamong dan tutor di tempat ujian, dan pengambilan sidik jari serta penyerahan ijazah,” jelasnya.

Baca Juga :   3.500 Anak Dikutim Peringati HAN 2023, Ini Pesan Bupati

Sebelumnya, Pimpinan Ponpes Ibnu Katsir, Ustaz Abu Abdillah Sukri, menyatakan bahwa Ponpes Ibnu Katsir telah berdiri sejak tahun 2011. Saat ini, jumlah santri sebanyak 229 anak, dengan staf pengajar dan maahad sebanyak 54 orang. Ponpes ini terdiri dari empat jenjang pendidikan, yaitu Raudhatul Athfal (setara TK), Marhalah Tahfidzul Asasiyyah (setara SD), Marhalah Tahfidzul Mutawassithah (setara SMP), dan Marhalah Takkassus Lugha (setara SMA). Materi yang diajarkan berasal dari kitab-kitab para ulama dan tafsir Ibnu Katsir. (Adv)

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WITA

Akhmad Wasrip Tekankan Disiplin dan Kerja Kolektif, PKS Kutim Siapkan Kemenangan Politik

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:42 WITA

Dari Kutai Timur ke Panggung Nasional, PT Siap Umroh Haji Jadi Satu-satunya Travel Daerah yang Bersanding dengan Travel Besar di Jogja Umrah Travel Fair 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 20:16 WITA

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak

Selasa, 14 April 2026 - 16:28 WITA

Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Sabtu, 22 November 2025 - 18:38 WITA

Ronny: Kominfo Kutim Pastikan Dukungan Penuh untuk Kebutuhan Internet Sekolah

Minggu, 16 November 2025 - 14:46 WITA

Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat

Berita Terbaru