Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025 - 14:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan administrasi yang tulus, cepat, dan bebas dari praktik gratifikasi. Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menyampaikan bahwa setiap inovasi yang diterapkan bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, baik Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), maupun akta kelahiran.

“Tulus memberikan kemudahan, memberikan apa ya? Kalau kita Islam kan pahalanya nanti yang tahu kita sendiri dan nantilah di akhir sana aja kita mendapatkan. Karena kan tidak berbentuk uang, kita mendapatkan hasilnya ini,” ujar Jumeah.

Baca Juga :   Kutim Gelar Kampanye Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting

Selain itu, Jumeah menekankan bahwa Disdukcapil Kutim telah menerapkan prinsip stop gratifikasi dalam seluruh pelayanan. “Alhamdulillah di sini sudah nggak ada gratifikasi, Insya Allah. Memang dari Capil melarang keras adanya gratifikasi. Sebenarnya, kemarin saya ikut bimtek pendampingan untuk zona integritas ‘Stop Gratifikasi’. Jadi memang  untuk pelayanan semua harus begitu,” tambahnya.

Baca Juga :   Masyarakat Sekitar Pasar Induk Minta DPRD Kutim Dapil II Pindahkan TPA

Jumeah juga menjelaskan alasan pemecahan pelayanan ke berbagai kecamatan. “Makanya yang dipasangin itu dari Itwill. Tapi jauh sebelum itu, memberikan perintah seperti itu, kami memang sudah melantik inovasi di berbagai kecamatan. Tujuannya apa? Supaya enggak satu titik saja berkumpul. Kok satu titik berkumpul, kan penuh orang, pasti ada gratifikasi, orang mau cepat, iya pakai duit ya kan, iya lah. Potensi yang pasti secara logika, coba penuh begitu, pelayanan cuma 10 orang, wah orang malas antre,” pungkas Jumeah.

Baca Juga :   Ananda Emira Moeis: Database Pertanian Jadi Fondasi Ketahanan Pangan di Era IKN

Dengan langkah-langkah ini, Disdukcapil Kutim berharap masyarakat dapat merasakan pelayanan administrasi yang lebih transparan, efisien, dan tetap berbasis integritas.

Berita Terkait

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak
Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru