![]()
Kutai Timur – PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur Joni Abdi Setia, mengatakan jika Dinas PU telah mengajukan sekitar 30 paket proyek infrastruktur untuk masuk dalam skema multi years (MYC) tahun anggaran 2026. Usulan tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka panjang yang dianggap penting demi memastikan keberlanjutan Pembangunan di Kutai Timur.
Joni mengatakan bahwa pekerjaan infrastruktur tidak dapat dihentikan begitu saja karena sifatnya yang berkelanjutan. Pembangunan jalan, jembatan, sarana prasarana air bersih, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hingga infrastruktur irigasi merupakan sektor yang selalu membutuhkan perhatian pemerintah setiap waktu.
“Infrastruktur adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu meski ada efisiensi anggaran, proyek tetap dilaksanakan, “ ungkap Plt Kadis Pu Kutim.
Menurut Joni, Saat ini, pembahasan skema multi years masih dilakukan antara pemerintah daerah dan pihak legislatif. Rincian paket proyek akan diumumkan setelah penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA–PPAS) 2026. Tidak menutup kemungkinan beberapa paket akan mengalami perubahan atau penyesuaian.
Joni juga mengatakan jika usulan yang diajukan meliputi pembangunan dan peningkatan akses jalan di beberapa kecamatan, perbaikan fasilitas air bersih, serta infrastruktur pendukung permukiman. Namun pihaknya belum dapat merinci seluruh lokasi karena daftar final menunggu persetujuan Badan Anggaran DPRD.
Proses tersebut merupakan tahapan standar dalam penyusunan program besar daerah, sekaligus memastikan bahwa setiap proyek yang masuk adalah proyek strategis yang dibutuhkan masyarakat Kutai Timur.(ADV)

















