PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta Utara – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sangatta Utara menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Guru yang dirangkaikan dengan Konferensi Cabang (Konfercab), Rabu (1/4/2026), di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Kegiatan ini diikuti sebanyak 127 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Sangatta Utara.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Kutai Timur, Yetti Arika Desiviana, S.Pd, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sangatta Utara H. Arafah, S.Hi, M.Pd, serta menghadirkan narasumber dari unsur kepolisian, hukum, dan psikolog. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat perlindungan profesi guru sekaligus konsolidasi organisasi melalui agenda Konfercab.

Ketua PGRI Kecamatan Sangatta Utara, Tri Agustin Kusumaningrum, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengawali dengan ucapan Idulfitri kepada seluruh peserta yang hadir.

“Masih dalam suasana Syawal, izinkan kami mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat Idulfitri menjadi energi baru bagi kita semua dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik,” ujarnya.

Baca Juga :   Tega!! Satu Keluarga Di Kutim Cabuli Anak Dibawah Umur

Dalam sambutannya, Tri Agustin juga menyoroti peran guru sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan. Ia menyebut guru sebagai “spesies super” yang mampu menjalankan berbagai tugas secara bersamaan, mulai dari mengajar, membimbing siswa, hingga menyelesaikan administrasi.

Namun di balik peran tersebut, ia menegaskan bahwa guru juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari intimidasi, perundungan digital, hingga potensi persoalan hukum.

“Guru sering menghadapi tekanan dari berbagai sisi, baik dari lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Ada intimidasi dari wali murid, perundungan di media digital, hingga kerentanan hukum saat menjalankan tugas. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita sikapi bersama,” tegasnya.

Baca Juga :   Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU

Melalui kegiatan sosialisasi ini, PGRI Sangatta Utara berupaya memberikan pemahaman kepada para guru terkait pentingnya perlindungan diri, baik secara hukum maupun psikologis. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali guru dengan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan secara bijak.

Adapun fokus utama kegiatan meliputi peningkatan kesadaran guru terhadap hak-hak perlindungan hukum, pembekalan strategi menghadapi persoalan di lingkungan pendidikan, serta membangun sinergi dengan pihak berwenang guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.

“PGRI ingin memastikan bahwa guru tidak lagi merasa sendirian dalam menghadapi persoalan. Kita ingin menciptakan rasa aman agar guru dapat mengajar dengan tenang dan maksimal,” tambahnya.

Tri Agustin juga menekankan bahwa perlindungan terhadap guru bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Baca Juga :   Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat

“Jika guru dalam kondisi tertekan, maka yang terdampak bukan hanya sekolah, tetapi juga masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, perlindungan guru adalah investasi penting bagi kemajuan pendidikan,” ungkapnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Cabang PGRI Sangatta Utara yang akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Dalam agenda tersebut, akan dilakukan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode berjalan serta pemilihan kepengurusan baru.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan penuh tanggung jawab, baik dalam sesi sosialisasi maupun dalam forum organisasi.

“Konfercab ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak
Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat
Sangatta Fiesta Gelar Konferensi Pers Kutim Culinary Fest 2025, Hadirkan Dewa 19 dan Ratusan UMKM
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pentingnya Isbat Nikah untuk Tertib Adminduk di Teluk Pandan
Disdukcapil Kutim Tegaskan Isbat dan Administrasi Kependudukan Berdasar Domisili, Bukan semata KTP
Dewa 19 Meriahkan Kutim Culinary Fest 2025 di Sangatta
Serikat Pekerja UKS KPCT Pama Site Sangatta, Gelar Kegiatan Mancing Mania Guna Sambut Tahun Baru 2025

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru