![]()
Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur (Disdukcapil Kutim) kembali menegaskan pentingnya program isbat nikah terpadu, khususnya bagi warga yang selama ini menjalani pernikahan siri. Program ini tidak hanya berfungsi memberikan kepastian hukum, tetapi juga memastikan ketertiban administrasi kependudukan (adminduk) masyarakat.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas pada bagian akhir proses, yakni penertiban adminduk setelah pasangan dinyatakan sah secara hukum.
“Syaratnya saya tidak tahu karena kami di Disdukcapil hanya menjadi muara akhirnya. Tugas kami memfasilitasi supaya administrasi kependudukannya tertib,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak warga enggan membuat akta kelahiran karena status pernikahannya belum sah, sehingga data anak tidak dapat tercatat lengkap.
“Ada juga warga yang merasa malu jika akta kelahiran anaknya hanya mencantumkan ibu. Padahal sebenarnya bisa diterbitkan, hanya saja ketika anak sudah sekolah atau kuliah, mereka bisa saja mendapat bully. Kasihan kalau anak hanya tercatat sebagai anak ibu saja,” katanya.
Karena itu, isbat nikah menjadi penting agar seluruh dokumen kependudukan dapat diperbarui.
“Tugas kami memberikan kepastian hukum. Setelah dinyatakan sah, otomatis KTP dan Kartu Keluarga (KK) berubah, dan akta kelahiran anak ikut diperbaiki. Itu yang paling penting,” pungkasnya.
Terkait hasil pelaksanaan di Teluk Pandan, Jumeah menyebut beberapa pasangan yang ditetapkan sah melalui isbat nikah.
“Dari 24 warga Desa Martadinata yang mendaftar, baru 14 yang bisa diproses. Sisanya bukan tidak mau, tetapi karena data pendukungnya belum lengkap. Yang memahami syarat lengkap itu Pengadilan Agama (PA) dan Kementerian Agama (Kemenag). Kami hanya memfasilitasi; kalau sudah diverifikasi dan dinyatakan clear, baru bisa diisbatkan,” tutupnya.
Dengan proses yang terukur, Disdukcapil Kutim berharap masyarakat semakin memahami bahwa isbat nikah bukan sekadar administrasi, melainkan perlindungan hukum bagi keluarga dan anak-anak mereka. (ADV)
















