Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutim — Muara Bengalon kembali menjadi buah bibir. Bukan karena banjir atau konflik lahan, melainkan karena penghuni lamanya buaya yang semakin sering muncul ke permukaan. Alih-alih panik atau sekadar memasang papan peringatan, Pemkab Kutai Timur memilih langkah yang lebih visioner: membangun kawasan konservasi sekaligus penangkaran buaya.

Langkah ini menandai babak baru hubungan manusia dan satwa liar di Kutim. Pemerintah ingin menciptakan ruang aman bagi warga tanpa mengorbankan habitat hewan purba yang sudah lama tinggal di wilayah tersebut.

Baca Juga :   Baharuddin Muin: Pembangunan IKN Harus Seimbang dengan Peningkatan SDM Lokal

Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, menggambarkan pendekatan pemerintah sebagai “keputusan yang mempertimbangkan dua sisi kehidupan.Warga ingin aman, tapi buaya juga punya hak hidup di habitatnya. Kita mencari solusi yang tidak saling meniadakan,” jelasnya.

Rencana ini tidak disusun terburu-buru. Pemerintah telah merampungkan Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED), memastikan bahwa kawasan konservasi bukan hanya ide, tetapi proyek terukur yang layak dijalankan.

Baca Juga :   Pjs AHK Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemda di Bogor

Kawasan konservasi yang direncanakan akan menjadi habitat terkontrol, lengkap dengan standar keamanan dan sistem pemeliharaan yang sesuai kaidah konservasi. Namun Kutim melihat peluang lebih besar: bukan hanya melindungi, tetapi juga membuka ruang edukasi dan bahkan destinasi wisata.

“Jika dikelola profesional, kawasan ini bisa menjadi magnet wisata baru, menciptakan lapangan kerja, dan menambah pemahaman publik soal konservasi,” ujar Noviari.

Baca Juga :   Diskominfo Kutim Adakan Pelatihan TIK Guna Perkuat Kemampuan IT

Pendekatan ini selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang tengah didorong Kutim. Keamanan warga dan kelestarian satwa bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan, melainkan dua kepentingan yang bisa berjalan berdampingan.

Dengan rencana konservasi ini, Bengalon bukan hanya menjadi tempat tinggal buaya—melainkan simbol bagaimana Kutim mengelola konflik alam dan manusia dengan kepala dingin dan arah yang jelas.

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru