Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

- Redaksi

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutim — Ada angin segar yang berembus dari dunia pendidikan Kutai Timur. Tahun ini, Disdikbud Kutim membuat langkah berbeda: memperluas jangkauan BOSDA bukan hanya untuk sekolah umum, tetapi juga untuk madrasah—lembaga pendidikan yang selama ini berjalan dengan komitmen kuat di bawah Kementerian Agama.

Kebijakan ini bukan sekadar keputusan administratif. Ia menjadi sinyal bahwa Kutim tengah menata ulang peta dukungan pendidikan, dari yang dulunya terbatas pada sekolah negeri kini melebar ke MTs dan MI yang turut membentuk karakter generasi muda.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis yang selama ini mungkin kurang terekspos dalam kebijakan daerah. “Mereka juga mendidik anak-anak kita. Mereka juga membentuk akhlak dan kecerdasan. Karena itu, BOSDA harus mencakup semuanya,” ucapnya.

Keputusan memperluas bantuan ini bersamaan dengan kenaikan anggaran BOSDA yang cukup signifikan—melompat dari Rp8,7 miliar menjadi Rp15,58 miliar pada 2024. Kenaikan ini membuka ruang lebih besar bagi sekolah dan madrasah untuk menggerakkan berbagai program peningkatan mutu belajar.

Tak sedikit madrasah yang selama ini bertahan dengan sumber daya terbatas. Dengan tambahan BOSDA, mereka mendapat peluang baru untuk memperbaiki sarana, meningkatkan layanan, dan memperkecil ketimpangan kualitas dengan sekolah-sekolah umum.

Di Kutim, langkah ini diterima sebagai bentuk kesetaraan yang selama ini ditunggu. Pendidikan negeri dan pendidikan agama tidak lagi berjalan di dua jalur terpisah, melainkan dalam satu visi: membangun generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

“Semua sekolah adalah rumah belajar bagi anak-anak kita. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegas Mulyono.

Melalui kebijakan ini, Kutim menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap pendidikan tak boleh setengah-setengah. BOSDA kini bukan hanya bantuan operasional—tetapi simbol bahwa setiap ruang belajar, baik kelas negeri maupun madrasah, memiliki nilai yang sama pentingnya bagi masa depan daerah.

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru