Pj Bupati Kutai Timur Soroti Perbedaan Data Stunting dan Pentingnya Pendekatan Seragam

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Penjabat Bupati Kutai Timur (Kutim), Agus Hari Kusuma, memberikan tanggapan terkait perbedaan data stunting yang ditemukan antara Dinas Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Menurut Agus, perbedaan data ini perlu segera diselesaikan agar dapat menjadi dasar yang solid dalam merumuskan kebijakan yang efektif dalam penanggulangan stunting di Kutai Timur.

“Data ini seharusnya sama karena akan menjadi dasar kita membuat kebijakan,” ujar Agus Hari Kusuma. Ia menggarisbawahi pentingnya keseragaman data dalam menangani masalah stunting. Data yang tidak sinkron antara lembaga terkait dapat membingungkan perencanaan dan pelaksanaan program, serta menghambat upaya-upaya yang lebih terarah dalam menanggulangi masalah ini.

Baca Juga :   Pendatang Bisa Cetak Ulang KTP di Dukcapil Kutim

Agus juga mencatat bahwa salah satu penyebab ketidaksesuaian data stunting adalah perbedaan pemahaman tentang stunting di antara berbagai instansi yang menangani masalah ini. “Perbedaan pemahaman tentang stunting ini bisa menjadi salah satu alasan ketidaksesuaian data. Kita perlu pendekatan seragam agar masyarakat memahami dengan baik apa itu stunting,” jelasnya. Ia menekankan bahwa penting bagi semua pihak untuk memiliki pemahaman yang sama agar upaya penanggulangan stunting dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi.

Baca Juga :   Pandangan Umum Fraksi Demokrat atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2025

Selain itu, Agus Hari Kusuma juga mengingatkan bahwa faktor-faktor lain, seperti radiasi dan dampak teknologi, bisa turut menjadi penyebab stunting yang jarang disadari masyarakat. “Radiasi dan faktor teknologi lain bisa jadi penyebab yang jarang disadari, dan ini perlu kita waspadai,” tambahnya. Dengan pendekatan yang lebih luas dan komprehensif, diharapkan Kutai Timur dapat mengurangi angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. (Adv)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WITA

Akhmad Wasrip Tekankan Disiplin dan Kerja Kolektif, PKS Kutim Siapkan Kemenangan Politik

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:42 WITA

Dari Kutai Timur ke Panggung Nasional, PT Siap Umroh Haji Jadi Satu-satunya Travel Daerah yang Bersanding dengan Travel Besar di Jogja Umrah Travel Fair 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 20:16 WITA

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak

Selasa, 14 April 2026 - 16:28 WITA

Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU

Rabu, 1 April 2026 - 14:19 WITA

PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Sabtu, 22 November 2025 - 18:38 WITA

Ronny: Kominfo Kutim Pastikan Dukungan Penuh untuk Kebutuhan Internet Sekolah

Minggu, 16 November 2025 - 14:46 WITA

Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat

Berita Terbaru