![]()
Kutai Timur – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur , menjelaskan mengenai kebijakan penggunaan kuota internet sekolah yang telah berubah pada tahun 2025, Diskominfo Kutai Timur melalui Kepala Dinasnya Ronny, menyatakan tetap memberikan dukungan penuh kepada sekolah-sekolah, terutama pada momen yang sangat penting seperti ujian atau kegiatan lainnya yang membutuhkan koneksi jaringan internet.
Ronny Bonar juga menjelaskan mengenai kebijakan tersebut, bahwa kuota yang kini hangus per bulan memang mengharuskan sekolah lebih teliti dalam mengatur management penggunaan kouta internet. Ronny menegaskan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur tidak akan membiarkan kegiatan utama sekolah terganggu.
“pada momen-momen tertentu, seperti ada kegiatan, misalnya kalau ada pertemuan melalui zoom, dan sebagainya itu kita loss saja bukanya atau pada saat anak-anak sedang ujian itu juga biasanya kita loss kan saja,” ungkap Ronny.
Kadis Kominfo Ronny juga mengatakan jika penambahan dari penyedia layanan belum cukup, Diskominfo siap memberikan dukungan alternatif, dirinya menegaskan jika ada sekolah yang bukan wewenang diskominfo Ronny mengatakan akan tetap membantu dan bantuan tersebut bukan hibah.
“tidak ini dibantu saja, tidak bisa hibah, malah SMA yang bukan tanggung jawab kita, tetap kita tolong dulu, selama bisa di bantu ya akan kami bantu, katanya
“makanya hanya kita bantu, contohnya kemarin masih ada ujian, kita telpon Telkom untuk menambah internetnya, nah kalau memang masih tidak cukup juga nanti bis akita bantu dengan starlink yang bis akita pasang disana, jangan sampailah ada ujian disekolah yang sampai terganggu, tambah Ronny tegas.
Ronny juga berharap agar sekolah aktif dalam melakukan evaluasi, dan ketika menghadapi gangguan jaringan internet, terutama pada kegiatan besar yang memerlukan koneksi internet tinggi agar segera melaporkan masalah tersebut. (ADV)
















