FENOMENA FEODALISME MENTAL DIKALANGAN MAHASISWA.

- Redaksi

Kamis, 26 Desember 2024 - 22:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Fenomena feodalisme mental adalah kondisi dimana seseorang cenderung mengikuti atau tunduk pada informasi atau orang yang dianggap lebih tahu, tanpa berfikir lebih kritis terhadap informasi tersebut. Atau bisa juga diartikan sebagai sikap fanatisme buta terhadap pandangan orang lain. Dimana informasi dan komunikasi hanya melalui satu arah.

Jika kita lihat kondisi dunia informasi hari ini, Fenomena tersebut sudah sedang menggerogoti generasi muda bahkan yang berstatus intelektual sekalipun. Dimana informasi yang didapatkan melalui berbagai macam media, langsung diadopsi tanpa adanya penyaringan atau dicerna dengan baik layak atau tidaknya suatu informasi. Fenomena ini semacam penjara Imajinasi dimana otoritas Pikiran disandarkan pada orang lain.

Didalam Masyarakat kecenderungan mempercayai informasi begitu saja secara absolut dari otoritas atau figur tertentu merupakan penyakit mental yang sangat memungkinkan generasi muda tidak mampu berfikir ataupun mengalisis persoalan sosial dan persoalan individual. Sehingga akan sangat memungkinkan fenomena bunuh diri dan peningkatan depresi terus meningkat.

Fenomena feodalisme mental atau penjara Imajinas ini kemudian penting untuk menjadi bahan refleksi, sebab kecenderungan tersebut sama halnya mengabaikan, ataupun menyerahkan hak dan kemerdekaan berifikir kita pada orang lain. Terlebih lagi percaya begitu saja dengan setiap informasi bisa berdampak pada perselisihan dan perpecahan setiap individu maupun kelompok karena kesalahpahaman mencerna suatu informasi.

Tentu jika kondisi ini terus menerus berkelanjutan maka kita akan sengat rentan termanipulasi baik secara Ideologi maupun secara mental bahkan tidak lagi berfikir secara otentik alias dikontrol oleh informasi yang belum tentu benar atau dikontrol oleh kondisi eksternal.

Tunduk pada informasi status quo artinya kita kehilangan self accountability dalam memaknai setiap persoalan. Hal ini penting untuk untuk kemudian direnungkan kalangan mahasiswa tentunya untuk menetralisir berbagai informasi yang hari ini dengan begitu muda didapatkan di berbagai media sosial.

Selain dari itu turunnya daya berfikir kritis dan dan minumnya minat literasi dilingkup mahasiswa akan semakin meningkat, jika kondisi ini tidak direnungkan lebih jauh.

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru