Anggota DPRD Provinsi Kaltim Reses di Kutai Timur, Kunjungi 12 Titik

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024 - 18:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Budianto Bulang di Kabupaten Kutai Timur.

Reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Budianto Bulang di Kabupaten Kutai Timur.

Loading

KUTIM – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Budianto Bulang memaksimalkan masa reses dengan mengunjungi 12 titik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Reses ini merupakan bagian dari komitmen Budianto sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, yang mencakup Bontang, Kutai Timur, dan Berau.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab politiknya untuk mendukung program pembangunan yang lebih baik di daerah.

Dalam setiap titik kunjungan, Budianto terlihat antusias menyambut beragam masukan dari warga.

Dia menjelaskan bahwa reses kali ini menjadi kesempatan berharga untuk mendengarkan langsung berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Ketiga sektor ini masih menjadi kebutuhan mendesak di Kutai Timur, dan Budianto berharap hasil reses ini dapat menjadi dasar perjuangan dalam sidang dewan dan memengaruhi kebijakan provinsi.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami untuk langsung mendengar keluhan, saran, dan harapan masyarakat. Saya berkomitmen untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi yang saya terima agar dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata di tingkat provinsi,” ungkap Budianto di sela-sela kunjungannya di Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (6/11/2024).

Baca Juga :   Andi Satya Adi Saputra Dapat Keluhan Warga Soal Akses Kesehatan di Reses Kelurahan Tenun

Di berbagai titik yang dikunjungi, salah satu persoalan yang paling banyak disuarakan oleh masyarakat adalah infrastruktur.

Warga menilai bahwa akses jalan dan jembatan di beberapa wilayah masih memprihatinkan, terutama di daerah pedesaan yang cukup jauh dari pusat kota. Infrastruktur yang minim membuat aktivitas ekonomi dan akses layanan publik menjadi sulit.

Hal ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekerja tambang.

Menanggapi keluhan ini, Budianto berjanji akan membawa aspirasi perbaikan infrastruktur tersebut ke dalam pembahasan di DPRD Provinsi Kaltim.

Dia bertekad untuk mendorong pemerintah provinsi agar mempercepat pembangunan dan pemeliharaan jalan di wilayah pedesaan. Menurutnya, perbaikan infrastruktur merupakan kunci untuk meningkatkan perekonomian dan mempermudah akses warga terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Infrastruktur adalah hal dasar yang perlu diperhatikan. Tanpa akses jalan yang baik, masyarakat akan kesulitan mengembangkan usaha dan mendapatkan layanan dasar. Saya akan usahakan agar pemerintah provinsi memberikan perhatian lebih pada infrastruktur di Kutai Timur,” ungkap Budianto.

Selain infrastruktur, masyarakat di beberapa titik juga menyampaikan harapan akan peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :   Disnakertrans Kutim Kembali Bentuk LKS Tripartit

Warga di Kutai Timur berharap ada penambahan tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil serta penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Di bidang kesehatan, masyarakat mengeluhkan kurangnya tenaga medis dan minimnya akses terhadap obat-obatan.

Budianto menegaskan, dirinya akan berupaya agar sektor pendidikan dan kesehatan mendapatkan perhatian yang lebih besar di tingkat provinsi. Dia menyadari bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah kunci kemajuan daerah, dan hal ini bisa tercapai jika akses pendidikan dan kesehatan diperbaiki.

“Pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin generasi muda Kutim bisa mendapatkan pendidikan berkualitas dan masyarakat bisa merasakan layanan kesehatan yang optimal. Ini akan menjadi salah satu prioritas kami di DPRD Kaltim,” tegas Budianto.

Sebagai wakil rakyat yang baru terpilih, Budianto Bulang ingin menjadikan reses sebagai ajang komunikasi dua arah yang dapat menguatkan hubungan antara DPRD dan masyarakat.

Dia berharap reses tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga media untuk memperjuangkan aspirasi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Budianto, pelaksanaan reses di 12 titik ini merupakan upaya nyata untuk menunjukkan komitmennya sebagai perwakilan rakyat. Ia berjanji akan terus menjaga hubungan dengan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak mereka dalam setiap kebijakan yang diambil di tingkat provinsi.

Baca Juga :   Yonavia Desak Perbaikan Jalan dan Akses Air Bersih di Kubar dan Mahulu

“Reses adalah sarana bagi kami untuk lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan membawa suara mereka ke dalam sidang DPRD. Kepercayaan yang diberikan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga dengan terus bekerja untuk kepentingan mereka,” jelas Budianto.

Budianto menyampaikan harapannya agar pembangunan di Kutai Timur dapat dilakukan secara lebih merata dan adil. Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses kali ini dapat direalisasikan, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan masyarakat dan kerja sama semua pihak, Budianto optimistis bahwa pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan di Kutai Timur dapat terwujud. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawal pembangunan dan memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah.

“Kami berharap aspirasi dari masyarakat dapat diwujudkan dalam pembangunan yang merata, bukan hanya di kota tetapi juga di desa-desa. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin kita bisa membangun Kutai Timur yang lebih baik dan sejahtera,” tutup Budianto. (adv)

Berita Terkait

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak
Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat
Sangatta Fiesta Gelar Konferensi Pers Kutim Culinary Fest 2025, Hadirkan Dewa 19 dan Ratusan UMKM
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pentingnya Isbat Nikah untuk Tertib Adminduk di Teluk Pandan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru