Menu

Mode Gelap
Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK Berangkatkan 83 Calhaj, Ardiansyah Doakan Jadi Haji Yang Mabrur

Advertorial · 15 Nov 2021 15:05 WITA

Pemkab Kutim Canangkan Kecamatan Kaubun Jadi Lumbung Padi


 Pemkab Kutim Canangkan Kecamatan Kaubun Jadi Lumbung Padi Perbesar

KUTAI TIMUR – Pemerintah terus berupaya meningkatkan pengembangan pertanian berkelanjutan, Pemerintah berusaha meningkatan skala usaha dibidang pertanian. Pemkab Kutai Timur (Kutim) sangat berupaya untuk meningkatkan sektor pertanian. Terutama untuk hasil padi sawah yang coba di upayakan peningkatan terkait produksinya.

Keseriusan ini ditunjukkan langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang melakukan tanam perdana padi sawah di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutim. Senin (15/11/2021).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, Pemkab Kutim akan terus meningkatkan perekonomian di Kutim berbasis pertanian. Karena ia percaya jika pertanian dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Tentunya berbasis pada pertanian hinga pada hilirisasi pada turunan produk pertanian tersebut. Pemerintah telah menyiapkan dan berusaha untuk menciptakannya, pengembangan sektor prioritas daerah akan menjadi perhatian serius kita bersama, sehingga mendapat hasil yang diharapkan,” ujar Ardiansyah.

Diungkapkannya lagi bahwa sejak Kutim berdiri, pemerintah dan DPRD terus memberikan perhatian kepada para petani. Menyiapkan infrastruktur, seperti mencetak sawah, membuka lahan, mendistribusikan bibit dan apa saja yang dibutuhkan petani di Kutim.

“Yang sekarang menjadi persoalan adalah sampai kapan para petani bisa mandiri, kita tidak ingin para petani terus ketergantungan meskipun pemerintah punya kewajiban. Kita ingin agregat yang dilakukan para petani mampu mempengaruhi peningkatan kehidupan ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Ardiansyah sangat menginginkan adanya kemandiraian untuk para petani di Kutai Timur, meskipun pemerintah dan suwasta tidak dapat lepas dari kewajibannya, seperti penyediaan infrastruktur, penyediaan bibit unggul, proses pascapanen dan pemasarannya.

“Yang dimaksud kemandirian petani yang sederhana adalah bagaimana kenginan dan kemampuan petani dalam mengolah lahannya dengan baik dan benar sesuai aturan serta mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki secara optimal dengan tujuan mencapai kesejahteraannya,” jelasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kutim Agusriansyah dan Faisal Rahman, Camat Kaubun, Riyanto, Kepala Dinas Pertanian Kutim Dyah Ratnaningrum, perwakilan OPD, kelompok tani,tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.(ADV)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

380 Siswa SMKN 2 Dilepas Wabup Ikuti Orientasi dan Pembekalan di Mako Lanal Sangatta

19 Juli 2022 - 16:19 WITA

Seskab Rizali Hadi : Disiplin Menjadi Tolak Ukur Bagi seluruh ASN di Kutim

7 Juli 2022 - 23:21 WITA

Kutim Targetkan Penurunan Angka Stunting sesuai Arahan Nasional

7 Juli 2022 - 23:18 WITA

Kutim Masih Butuh Tenaga Honorer, Karena Terbatasnya Formasi ASN

7 Juli 2022 - 23:15 WITA

Pemkab Gelar Rakor Kepegawaian, Begini Pesan Bupati Kutim

6 Juli 2022 - 13:42 WITA

Ini Pesan Wabup kepada Duta Budaya Kutim 2022

6 Juli 2022 - 12:39 WITA

Trending di Advertorial