DPRD Kaltim Dorong Digitalisasi untuk Pemerataan Pendidikan di Wilayah Terpencil

- Redaksi

Selasa, 26 November 2024 - 15:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah.

Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah.

Loading

SAMARINDA – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pendidikan di wilayah terpencil melalui program digitalisasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengatasi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pelosok yang minim infrastruktur.

Syarifatul Syadiah, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, menyoroti pentingnya teknologi dalam mendukung proses belajar-mengajar.

Dia menjelaskan pihaknya telah mendistribusikan seribu laptop untuk guru dan memasang seribu titik WiFi di kawasan terpencil.

Baca Juga :   Pemekaran 11 Desa Di Kutai Timur Terkendala Moratorium

Program ini diharapkan tidak hanya mempermudah guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga memberikan akses belajar online bagi siswa di wilayah yang sulit dijangkau.

“Kami berupaya memastikan anak-anak di pelosok memiliki peluang pendidikan yang setara, meskipun mereka berada di daerah terpencil,” ungkap Syarifatul beberapa waktu lalu.

Lebih dari sekadar alat bantu pembelajaran, digitalisasi juga menjadi bagian dari persiapan siswa Kaltim menghadapi tantangan global.

Baca Juga :   Tinjau Logistik Pilkada di Balikpapan, Ini Kata Ketua DPRD Kaltim

“Di era ini, teknologi adalah kunci. Dengan memanfaatkannya, kita membangun fondasi bagi siswa agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tuturnya.

Program digitalisasi ini juga menargetkan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Dengan fasilitas yang memadai, guru diharapkan mampu menjalankan metode pengajaran berbasis teknologi yang lebih efektif.

DPRD Kaltim optimistis inisiatif ini akan menjadi titik awal pemerataan pendidikan di seluruh provinsi, memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal akibat keterbatasan akses.

Baca Juga :   Cegah DBD, Anggota DPRD Kaltim Minta Masyarakat Jaga Kebersihan

Program ini menunjukkan komitmen kuat DPRD untuk menjadikan pendidikan inklusif sebagai prioritas pembangunan. (adv)

Berita Terkait

Dari Kutai Timur ke Panggung Nasional, PT Siap Umroh Haji Jadi Satu-satunya Travel Daerah yang Bersanding dengan Travel Besar di Jogja Umrah Travel Fair 2026
Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak
Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta
Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru