Kutim Andalkan Pisang Sebagai Salah Komuditi Ekspor

- Redaksi

Jumat, 19 November 2021 - 05:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

KUTAI TIMUR -Kutim Andalkan Pisang Sebagai Salah Komuditi Ekspor, hal ini disampaikan langsung oleh Kadisperindag, Kutim telah melakukan Ekspor Pisang Ke Luar Negeri ungkapnya.

Tanaman Pisang tumbuh subur di wilayang Kabupaten Kutai Timur. Tak heran bila saat ini Kab. Kutim terkenal dengan ekspor pisang hingga ke luar negara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Zaini menyampaikan pihaknya pernah memberikan mesin penghalus atau pengubah pisah menjadi tepung.

Baca Juga :   Bupati Kutim Ucapkan Terima Kasih Pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Di Kutim,Kembali Mempertahankan Opini WTP

Yang mana hasil tepung ini yang nantinya akan diekspor ke luar negeri sebagai salah satu olahan dari pisang.

“Tahun ini saya usulkan sebenarnya, tapi belum tau kedepannya apakah akan dikabulkan atau seperti apa,” ucapnya, Jum’at (19/11/2021).

Dibeberkannya juga perbandingan apabila pisang utuh yang dikirim maka akan memakan tempat dan biaya transportasi yang banyak, namun apabila dijadikan tepung maka akan menghemat tempat serta pembiayaan transportasi.

Baca Juga :   Pemkab Kutim Gelar Apel Gabungan 3 Hari Sebelum Hari Pemilihan Kepala Daerah 2024

Kalau kita ekspor pisang utuh, pasti akan makan tempat banyak hingga bertandan-tandan, tapi kalau kita jadikan tepung hanya jadi beberapa kilo saja. Kita juga punya contoh seperti di Malaysia kan menerapkan hal yang sama,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya pernah memberikan alat tersebut salah satu Kecamatan yakni Kaliorang, namun tidak terpakai hingga kini atau mangkrak.

Baca Juga :   Salehuddin Dorong SMK di Kaltim Fokus pada Potensi Daerah dan Tuntutan Industri Lokal

Hal tersebut dikarenakan tingginya daya listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan alat tersebut. Kurang lebih sebesar 5000 volt, dan Kecamatan Kaliorang tidak memiliki daya sebesar itu.

“Pihak kita juga sudah meminta pada pak Bupati agar hal ini diakomodir agar hasil dari Sumber Daya Alam (SDA) kita bisa kita kelola juga disini.(Adv)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru