Fraksi Golkar DPRD Kutai Timur Soroti Realisasi PAD yang Belum Optimal

- Redaksi

Kamis, 13 Juni 2024 - 22:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Maswar dari Fraksi Golkar, mengungkapkan bahwa meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan realisasi yang sangat besar, rasio persentase realisasi PAD yang hanya mencapai 44% menunjukkan bahwa target masih belum tercapai.

Hal ini menjadi indikator bahwa masih terdapat kendala dalam penyerapan PAD.

“Kami mohon agar jenis pajak dan retribusi yang belum optimal penyerapannya dapat dilakukan optimalisasi penghitungan, pemantauan, dan evaluasi serta peningkatan target realisasinya,” kata Maswar.

Baca Juga :   Akses Beasiswa Kabupaten Kutai Timur Terkendala Internet, Agusriansyah Ridwan Usul Solusi Alternatif

Maswar menekankan pentingnya langkah-langkah optimalisasi ini untuk memastikan bahwa PAD dapat sepenuhnya terserap dan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan daerah.

PAD yang dipergunakan secara maksimal, dengan program kerja yang terarah diyakini bisa mensejahterakan masyarakat. Kalau PAD dipergunakan disemua sektor tentu saja akan berdampak baik alias positif.

Dan yang paling akan merasakan dampak penggunaan PAD secara terarah adalah masyarakat. Masyarakat kita saat ini sudah cerdas-cerdas semua bahkan ada yang berfikir kritis. Mereka sudah mampu memahami terkait perkembangan wilayah kita. Ini jika kita berbicara tentang masyarakat yang ada di plosok desa sana.

Baca Juga :   Pandangan Umum Fraksi PPP pada Raperda APBD TA 2025 di Kabupaten Kutai Timur

Kalau untuk kelas mayarakat kota tentu saja mereka sudah sangat memahami. Terkait laju pembangunan di kota. Untuk itu seyogyanya pemerintah mengupayakan agar PAD benar-benar dikelola dengan baik dan terarah.

Jangan menunda-nunda jika memang ada, karena semakin program tidak dibuat dan tidak dijalankan maka semakin tertunda pembangunan daerah kita, dan semakin tertinggal kita. MAsyarakat juga pastinya masih belum sejahterah.

Baca Juga :   Nelayan Kesulitan BBM Solar Langka di Kenyamukan, Ketua DPRD Kutim Tanggapi Begini...

Sebaiknya memang PAD betul-betul dipergunakan dan transparansi serta pengawasan terhadap penggunaan PAD perlu untuk dilakukan.

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru