![]()
Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus melakukan pembenahan internal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain meningkatkan sarana dan sistem layanan, Disdukcapil Kutim juga menerapkan mekanisme reward dan punishment bagi pegawai untuk menegakkan kedisiplinan.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa sistem tersebut diberlakukan untuk memastikan seluruh staf hadir tepat waktu dan memberikan pelayanan sebagaimana standar yang ditetapkan.
“Saya memang menerapkan reward dan punishment untuk staf. Kalau sampai tiga kali tidak ikut apel dalam satu bulan, ya ada punishment. Karena pelayanan mulai jam delapan itu harus tertib. Saya jarang membuat pernyataan soal pelayanan, biarlah masyarakat yang menilai. Tapi kalau saya sudah tidak banyak tamu, lalu masih ada yang repot sendiri, kadang saya malas menemuinya. Kalau hanya lewat WhatsApp tidak semuanya saya baca, kecuali yang benar-benar sudah datang ke kantor,” ujarnya.
Selain penguatan disiplin, Disdukcapil Kutim juga memastikan pelayanan inklusif berjalan dengan baik. Salah satu wujudnya adalah penyediaan loket dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.
Terkait hal ini, seorang pegawai mempertanyakan fungsi loket terbatas yang berada di sisi kiri ruang pelayanan. Jumeah pun menjelaskan bahwa loket tersebut memang disiapkan secara khusus.
“Iya, loket di sebelah kiri itu memang untuk penyandang difabel. Di situ tersedia akses kendaraan, toilet khusus, hingga ruang pelayanan yang langsung bisa digunakan. Kursi-kursinya juga disesuaikan agar mereka lebih nyaman,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas tersebut dibuat agar warga difabel tidak harus mengantre panjang dan dapat langsung mendapatkan pelayanan yang layak.
“Memang tidak setiap hari ramai, tapi fasilitas itu harus tetap ada. Itu bentuk perhatian kami agar pelayanan merata bagi semua warga,” pungkasnya.
Dengan kedisiplinan pegawai yang terus ditingkatkan serta fasilitas ramah difabel yang disediakan, Disdukcapil Kutim berharap pelayanan publik dapat semakin cepat, nyaman, dan inklusif di seluruh kecamatan.
















