Menu

Mode Gelap
Pengurus BKMM-DMI Kota Balikpapan Dilantik Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK

Advertorial · 15 Nov 2021 WITA

Kemiskinan Mengalami Lonjakan Selama Pandemi Di Kutim


 Kemiskinan Mengalami Lonjakan Selama Pandemi Di Kutim Perbesar

KUTAI TIMUR – Salah satu dampak adanya COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu meningkatnya angka kemiskinan. Dampak terhadap ekonomi tersebut diperkirakan akan besar dan dapat menyebabkan resesi global.

Telah banyak kebijakan penanggulangan pandemi covid-19 terkait dengan aktivitas perekonomian masyarakat Kabupaten Kutim.

Pada awal tahun 2020 pertumbuhan perekonomian Kutai Timur mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, dan berimbas pada jumlah kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 0,07 persen atau sebanyak 166 orang.

Terkait hal tersebut Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan banyak faktor terkait dengan kemiskinan sendiri. Pertama di Kabupaten Kutim adalah daerah dengan tujuan investasi.

” Kutim ini adalah daerah investasi, sudah barang tentu akan mengundang banyak orang datang, entah itu investor. Dan yang tidak bisa kita hindari adalah mereka yang ingin mencari kerja,” ujar Ardiansyah Sulaiman, Senin (15/11/2021).

Nah ini adalah salah satu faktor yang sangat dominan, sehingga di kabupaten Kutim jika dilihat masyarakat pendatang yang paling mendominasi. Pendatang yang memasuki Kabupaten Kutim tentu tidak serta merta memiliki rumah dan pekerjaan.

” Apabila yang datang itu dengan satu keluarga otomatis anak yang tidak sekolah ini juga berpengaruh,” bebernya.

Faktor kedua, disisi lain bicara kependudukan, mereka juga masih belum langsung tercatat sebagai penduduk kabupaten Kutai Timur. Tetapi mereka akan tetap mempengaruhi kondisi masyarakat di Kutim sendiri.

” Tapi saya rasa semua daerah sama seperti ini, kita tidak bisa mengatakan ini salah. Tetapi inilah konsekuensi logis bagi daerah terbuka seperti Kutai Timur,” jelasnya.

Yang tidak kalah pentingnya Pemerintah atau tim penanggulangan kemiskinan memang pada saat melakukan program kegiatan dilapangan, ini ternyata masih belum sinkron, sehingga apa yang dilaporkan oleh tim kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih belum memiliki kesatuan.

” Sehingga saya merasa berkewajiban, karena saya juga baru dilantik tahun ini pada Februari, otomatis program saya secara maksimal nanti saya berjalan ditahun depan,” ungkapnya.

Ardiansyah juga membeberkan bahwa dirinya telah menyediakan bahwa program apapun yang akan disiapkan oleh OPD apabila terkait dengan penanggulangan kemiskinan maka hal tersebut harus terkoneksi oleh tim penanggulangan kemiskinan daerah.

Diluar dari itu, Ardiansyah mengakui jika luasnya Kabupaten Kutai Timur otomatis infrastruktur yang dipersiapkan juga masih belum mampu untuk memberikan yang tebaik bagi masyarakat.(adv)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

380 Siswa SMKN 2 Dilepas Wabup Ikuti Orientasi dan Pembekalan di Mako Lanal Sangatta

19 Juli 2022 - 16:19 WITA

Seskab Rizali Hadi : Disiplin Menjadi Tolak Ukur Bagi seluruh ASN di Kutim

7 Juli 2022 - 23:21 WITA

Kutim Targetkan Penurunan Angka Stunting sesuai Arahan Nasional

7 Juli 2022 - 23:18 WITA

Kutim Masih Butuh Tenaga Honorer, Karena Terbatasnya Formasi ASN

7 Juli 2022 - 23:15 WITA

Pemkab Gelar Rakor Kepegawaian, Begini Pesan Bupati Kutim

6 Juli 2022 - 13:42 WITA

Ini Pesan Wabup kepada Duta Budaya Kutim 2022

6 Juli 2022 - 12:39 WITA

Trending di Advertorial