Sistem SIPD Jadi Kendala, Realisasi Anggaran di Kutai Timur Tertinggal Jauh

- Redaksi

Selasa, 19 November 2024 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Beberapa perangkat daerah di Kabupaten Kutai Timur menghadapi kesulitan dalam merealisasikan anggaran akibat kendala teknis pada sistem online yang digunakan, terutama pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Kepala Bagian Pembangunan Kutai Timur, Bowo Asmoro, menjelaskan bahwa evaluasi terhadap realisasi anggaran di masing-masing perangkat daerah dilakukan dengan memberikan penilaian berbasis zona. “Zona merah diberikan kepada perangkat daerah yang realisasi anggarannya masih jauh dari target, sementara zona hijau menandakan perangkat yang sudah hampir mencapai target anggarannya,” ujar Bowo.

Baca Juga :   Komisi B DPRD Kutim Angkat Bicara Soal Penurunan Kawasan Pertanian

Meskipun diharapkan sistem SIPD dapat mempercepat proses administrasi anggaran, kenyataannya justru banyak kendala teknis yang memperlambat realisasi dana. Bowo mengakui bahwa masalah pada sistem ini menjadi tantangan besar bagi perangkat daerah. “Sistem yang kita gunakan sebenarnya sudah cukup baik, namun kendala teknis, terutama pada SIPD, sering kali menghambat proses pencairan anggaran,” tambahnya.

Baca Juga :   Yan Soroti Masalah Pemindahan Tugas Tenaga PPPK: Menyusahkan Pegawai

Masalah teknis ini menyebabkan banyak perangkat daerah kesulitan dalam mencairkan anggaran meskipun proses administrasi lainnya sudah selesai. “SPD sering kali macet, ini menyebabkan perangkat daerah kesulitan untuk mencairkan pembayaran, padahal mereka sudah menyelesaikan tahapan lainnya,” ungkap Bowo. Akibatnya, pelaksanaan program-program kerja yang telah direncanakan pun menjadi terhambat.

Pemkab Kutai Timur kini berupaya mencari solusi atas masalah teknis ini agar realisasi anggaran dapat segera dipercepat, dan pembangunan di wilayah ini tidak terganggu lebih lanjut. Meskipun sistem SIPD diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, hambatan teknis ini menunjukkan perlunya perbaikan agar proses administrasi berjalan lancar. (Adv)

Berita Terkait

Ardiansyah Sulaiman Rombak Kabinet Pejabat Kutim, Tekankan Pelayanan Publik Publik Berorientasi ASN Berakhlak
Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta
Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru