DPMDes Kutai Timur Tegaskan Pengelolaan Dana RT Masuk Belanja Modal untuk Cegah Penyalahgunaan

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 00:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa seluruh pengadaan barang melalui dana Rp250 juta per RT harus dicatat sebagai belanja modal, bukan barang habis pakai. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan mencegah penyalahgunaan dana.

“Di desa ini belum ada sistem kapitalisasi threshold, jadi setiap pembelian barang harus dikategorikan dengan jelas. Yang penting, barang tersebut tidak termasuk kategori habis pakai. Semua yang memenuhi standar akan masuk ke belanja modal,” ujar Basuni. Ia menambahkan, “Kami tidak ingin terjadi kemungkinan RT menerima bantuan lalu menjualnya. Dengan tercatat sebagai aset desa, pengelolaan lebih aman dan terkontrol.”

Baca Juga :   Meningkat! Realisasi Investasi Di Kutai Timur Alami Peningkatan Setiap Tahun

Basuni menjelaskan, penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) dilakukan oleh desa dengan pendampingan dari tenaga pendamping di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. “Pendamping berperan sebagai katalisator antara kepala desa dan RT, mulai dari perencanaan hingga pelaporan kegiatan. Hal ini agar mekanisme APBDes berjalan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga :   Diskop UKM Kutai Timur Sosialisasi Pelatihan Desain Kemasan untuk Pelaku Usaha UMKM

Lebih lanjut, Basuni menekankan pentingnya pengawasan dan indikator pengukuran keberhasilan program. “Saat ini, indikator untuk evaluasi program masih dirumuskan. Dalam waktu dekat, kami akan menyelesaikan rumusan tersebut agar pelaksanaan program lebih terukur dan akuntabel,” pungkas Basuni.

Program ini menjadi bagian dari upaya DPMDes Kutai Timur untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan setiap dana yang diberikan tepat sasaran. Dengan mekanisme belanja modal dan pendampingan menyeluruh, diharapkan program pemberdayaan masyarakat ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA