Pendamping Desa Jadi Kunci Pemantauan Dana RT untuk Capai Target Stunting dan Kemiskinan di Kutai Timur

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 00:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa tenaga pendamping desa memiliki peran penting dalam melaporkan pelaksanaan program dana Rp250 juta per RT. Laporan ini nantinya akan dikaji berjenjang hingga tingkat kecamatan dan kabupaten untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian empat tujuan utama program, yakni penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Kadispora Kutim Buka Turnamen Bola Voli Dandim Cup Tahun 2023

“Nanti pendamping yang melaporkan ke setiap jenjang. Basis data yang digunakan terkait stunting, kemiskinan, dan kebutuhan masyarakat. Jika data tidak valid, RT tetap bisa menargetkan warga miskin yang mungkin tidak tercatat dalam database resmi,” ujar Basuni. Ia menambahkan, “Kalau memang ada warga yang benar-benar miskin tetapi tidak masuk dalam data, RT bisa memasukkan mereka sebagai sasaran kegiatan ini.”

Terkait alokasi dana RT dalam skema APBDes, Basuni menjelaskan bahwa dana ini tidak mengurangi hak desa secara signifikan. “Misal kita punya 10 RT, masing-masing menerima Rp250 juta, berarti total Rp2,5 miliar. Dana ini tetap bagian dari APBDes, yang berasal dari beberapa sumber, seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dari pusat, dana perimbangan keuangan, dana bagi hasil, serta pajak dan retribusi daerah,” jelas Basuni. Dengan mekanisme ini, pengelolaan dana tetap transparan dan terkontrol, namun tetap fleksibel agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :   Disdikbud Kutim Menggelar Bimtek Simulasi Bencana

Program ini diharapkan tidak hanya sebagai bantuan finansial semata, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, melalui pelatihan, penyediaan sarana infrastruktur, dan peningkatan kapasitas RT sebagai perencana dan pelaksana kegiatan di tingkat lokal. Pendamping desa menjadi katalisator yang menjembatani antara pemerintah desa dan RT agar semua program tepat sasaran dan terukur.

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA