Pendamping Desa Jadi Kunci Pemantauan Dana RT untuk Capai Target Stunting dan Kemiskinan di Kutai Timur

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 00:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa tenaga pendamping desa memiliki peran penting dalam melaporkan pelaksanaan program dana Rp250 juta per RT. Laporan ini nantinya akan dikaji berjenjang hingga tingkat kecamatan dan kabupaten untuk mengevaluasi sejauh mana pencapaian empat tujuan utama program, yakni penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Berkunjung Ke SDN 001 Sangata Utara, Bupati Kutim Turut Serta Memeriahkan Hari Pertama Sekolah

“Nanti pendamping yang melaporkan ke setiap jenjang. Basis data yang digunakan terkait stunting, kemiskinan, dan kebutuhan masyarakat. Jika data tidak valid, RT tetap bisa menargetkan warga miskin yang mungkin tidak tercatat dalam database resmi,” ujar Basuni. Ia menambahkan, “Kalau memang ada warga yang benar-benar miskin tetapi tidak masuk dalam data, RT bisa memasukkan mereka sebagai sasaran kegiatan ini.”

Terkait alokasi dana RT dalam skema APBDes, Basuni menjelaskan bahwa dana ini tidak mengurangi hak desa secara signifikan. “Misal kita punya 10 RT, masing-masing menerima Rp250 juta, berarti total Rp2,5 miliar. Dana ini tetap bagian dari APBDes, yang berasal dari beberapa sumber, seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dari pusat, dana perimbangan keuangan, dana bagi hasil, serta pajak dan retribusi daerah,” jelas Basuni. Dengan mekanisme ini, pengelolaan dana tetap transparan dan terkontrol, namun tetap fleksibel agar dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :   Poniso Ajak Masyarakat Bersatu Tuntaskan Kasus TBC di Kutim

Program ini diharapkan tidak hanya sebagai bantuan finansial semata, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, melalui pelatihan, penyediaan sarana infrastruktur, dan peningkatan kapasitas RT sebagai perencana dan pelaksana kegiatan di tingkat lokal. Pendamping desa menjadi katalisator yang menjembatani antara pemerintah desa dan RT agar semua program tepat sasaran dan terukur.

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru