Kajan Lahang Dorong Pemerintah Perhatikan Pendidikan Non-Akademis

- Redaksi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Kajan Lahang, menyuarakan keprihatinannya terhadap kurangnya keterampilan (skill) yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, hal ini menyebabkan banyak warga Indonesia terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kuli bangunan, bahkan ada yang terlibat dalam industri pelacuran di negeri tetangga Malaysia.

“Indonesia tidak mempunyai skill yang memadai. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah K utim juga memperhatikan pendidikan non-akademis, tidak hanya fokus pada pendidikan akademis melalui program beasiswa. Dalam kehidupan dan dunia kerja, yang dibutuhkan adalah keterampilan (skill),” ujar Kajan Lahang.

Baca Juga :   Anggota DPRD Komisi D Agusriansyah Usulkan Empat Raperda di DPRD Kutim

Dia menekankan perlunya pemerintah memberikan perhatian dan upaya nyata dalam peningkatan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak ingin masyarakat hanya terpaku menjadi pembantu atau kuli,” tambahnya.

Kajan Lahang berharap pemerintah dapat mengimplementasikan program-program pendidikan dan pelatihan keterampilan yang lebih luas dan merata, sehingga setiap warga Kutim dapat memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja saat ini. Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga :   Basti Sangga Langi Hadiri Pelantikan KKLR Kutim Dan Beri Pesan Perkuat Persatuan dan Silaturahmi

Dengan adanya kemampuan khusus yang dimiliki oleh anak-anak kita, maka dipastikan mereka siap bersaing untuk mendapatkan peluang kerja nantinya.

Di samping itu, pemerintah juga wajib menyediakan lapangan pekerjaan untuk generasi kita, dan semua perusahaan yang ada di Kutim sebaiknya jika ada lowongan pekerjaan harus lebih mengutamakan putra putri Kutai Timur.

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru