Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Sanitasi Layak di Kaltim, Sarkowi Tekankan Aksi Konkret

- Redaksi

Minggu, 1 Desember 2024 - 09:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry.

Loading

SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat program Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan penurunan stunting di Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan saat menghadiri dialog dan penandatanganan komitmen percepatan SBS serta pemberian penghargaan kinerja penurunan stunting di Kantor Gubernur Kaltim.

Menurut Sarkowi, komitmen ini harus diwujudkan melalui langkah konkret, bukan sekadar formalitas.

Baca Juga :   Anggota DPRD Kaltim Lakukan Penyuluhan Perda Pencegahan Narkoba di Paser

“Kita dorong agar kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menghasilkan rencana aksi nyata hingga ke tingkat masyarakat,” ujar Sarkowi.

Dia juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis budaya dalam mengubah perilaku masyarakat terkait sanitasi.

“Permasalahan buang air sembarangan erat kaitannya dengan kultur. Penyadaran harus melibatkan tokoh-tokoh masyarakat agar efektif,” jelasnya.

Sarkowi menambahkan bahwa dukungan anggaran yang memadai menjadi kunci keberhasilan program ini.

Baca Juga :   Habitat Hewan di Kutim Terancam Imbas Permintaan Komoditas Tambang, Legislator Joni Angkat Bicara

“Perlu identifikasi wilayah prioritas agar intervensi bisa lebih tepat sasaran,” katanya.

Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya strategis mengatasi stunting.

“Sanitasi yang layak adalah hulu dari penanganan stunting. Jika akses sanitasi ditingkatkan, penurunan angka stunting bisa dipercepat,” tegasnya.

Pemerintah menargetkan akses sanitasi layak 100 persen di seluruh wilayah Kaltim, termasuk penghentian praktik buang air besar sembarangan.

Baca Juga :   Sapto Setyo Pramono Fokus Perbaiki Data Kemiskinan dan Pengangguran di Kaltim

“Komitmen bersama ini akan menjadi langkah besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Sri Wahyuni. (adv)

Berita Terkait

Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta
Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru