Bupati Kutai Timur Tegaskan Program Multiyears Dibagi Dua Tahapan demi Stabilitas Keuangan Daerah

- Redaksi

Senin, 17 November 2025 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan bahwa pelaksanaan program pembangunan melalui skema multiyears (MY) akan dibagi ke dalam dua tahap pelaksanaan demi menjaga stabilitas keuangan daerah. Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kemampuan pendapatan daerah yang harus disesuaikan dengan berbagai kebutuhan pembangunan lain.

“Program MY ini berlaku dua tahun. Jadi karena menyesuaikan dengan pendapatan, kita rencanakan dua tahap. Multiyears pertama berlangsung tahun 2026–2027, kemudian tahap kedua pada 2028–2029. Skemanya sebenarnya sudah kita siapkan,” ujarnya.

Baca Juga :   Sinergi Budaya dan Kuliner: Kunci Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kutim

Ia menegaskan bahwa pemisahan menjadi dua tahapan bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika keseluruhan proyek langsung digabungkan dalam satu rentang yang lebih panjang, maka pembiayaan menjadi terlalu besar dan berpotensi mengganggu program pembangunan lainnya. “Kenapa tidak sekaligus? Karena menyesuaikan dengan keuangan. Jika tiga tahun sekaligus, dananya menumpuk dan bisa mempengaruhi kegiatan lain. Insyaallah skema dua tahap ini lebih aman,” katanya.

Baca Juga :   Brida Kutim Bersama ULS PPID Gelar Roadmap SIDA 2023

Ardiansyah juga menyinggung soal pelaksana pembangunan. Ia menekankan bahwa penentuan kontraktor merupakan ranah teknis yang sepenuhnya menjadi kewenangan bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Ia berharap seluruh pelaksana proyek nantinya benar-benar profesional dan dapat menjaga kualitas pekerjaan. “Kontraktornya nanti urusan siapa yang ditetapkan. Itu kewenangan PBJ. Kita berharap semua kontraktornya betul-betul bertanggung jawab, jangan seperti yang terjadi kemarin,” pungkasnya.

Baca Juga :   861 PPPK Guru dan Teknis Terima SK Pengangkatan dari Bupati Ardiansyah

Dengan pembagian tahapan MY ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur optimistis pembangunan dapat berjalan lebih terukur tanpa membebani keuangan daerah, sekaligus memastikan setiap proyek strategis berjalan dengan kualitas yang lebih baik.

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas
Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk
Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur
Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru