RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutim — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengeluarkan seruan yang tak lagi sekadar imbauan. Ia meminta Ketua RT di seluruh Kutim menjadi “radar sosial” yang aktif mendeteksi dan melaporkan anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, hingga keluarga yang menghadapi kemiskinan atau stunting.

Seruan ini disampaikan saat peluncuran Rencana Aksi Daerah (RAD) Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (Sitisek), sebuah program yang mencoba menutup celah masalah pendidikan di tingkat paling dasar: lingkungan tempat anak itu tinggal.

“Ketua RT itu yang paling paham denyut warganya. Data di kertas tidak selalu bicara lengkap. RT-lah yang bisa melihat langsung siapa anak yang tidak sekolah,” tegas Ardiansyah.

Baca Juga :   Kepala Dinas Kesehatan Kutim Ungkap Anak Usia 6-11 Tahun Boleh di Vaksin

Bupati menekankan bahwa Kutim sudah menyediakan seluruh jalur pendidikan gratis, baik formal maupun non-formal. Artinya, alasan ekonomi bukan lagi pembenaran untuk membiarkan anak tidak bersekolah.

Untuk anak yang sudah terlanjur putus sekolah atau tak bisa masuk sekolah reguler, pemerintah menyiapkan jalur pendidikan alternatif melalui PKBM—Program Paket A, B, hingga C—yang semuanya bisa diakses tanpa biaya lewat program “Cap Jempol”.

Baca Juga :   2023, Pemkab Kutim Bakal Bangun TPU di Sangatta Selatan

“Tidak ada alasan. Pendidikan luar sekolah juga tersedia. Gratis. Segera lakukan pendataan,” seru Bupati.

Namun Ardiansyah melihat persoalan ini bukan hanya soal pendidikan. Menurutnya, RT harus menjadi ujung tombak pendataan masalah sosial lain: apakah ada anak stunting, keluarga miskin, atau rumah tangga yang membutuhkan intervensi cepat.

Karena itu, ia menugaskan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk memaksimalkan peran RT—bukan hanya sebagai pendata, melainkan sebagai penghubung pertama antara pemerintah dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga :   Fraksi Demokrat Desak Pemerintah agar Realisasi Anggaran 2025 Dilakukan Secepat Mungkin

“RT harus tahu. Jangan hanya menunggu laporan. Temukan by name by address,” tegasnya. “Jika ada keluarga yang tidak mampu dan anaknya tidak sekolah, beritahu saya.”

Dengan menjadikan RT sebagai mata dan telinga pemerintah, Kutim mencoba membangun sistem respons sosial yang lebih lincah. Sitisek bukan hanya soal anak kembali ke bangku sekolah, tetapi upaya membangun jaringan perlindungan sosial yang bergerak dari rumah ke rumah—dimulai dari pintu RT yang mengenal warganya tanpa perlu membaca data.

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:56 WITA

Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru