DP2KB Kutim Dorong Pemahaman Bersama dalam Pengelolaan Anggaran Penurunan Stunting

- Redaksi

Senin, 4 November 2024 - 16:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi, membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) SPIP Terintegritas dengan fokus pada penurunan prevalensi stunting dan pengelolaan risiko. Dalam kesempatan tersebut, Junaidi menegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk OPD dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kutim.

Baca Juga :   Pjs Bupati Kutim Dorong Sektor Perikanan Kutim Kembangkan Inovasi Teknologi

Menurut Junaidi, penurunan angka stunting tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga sinergi yang erat antara instansi pemerintah, seperti Bappeda dan Dinas Kesehatan, serta pihak terkait lainnya. “Masalah stunting adalah isu lintas sektor yang memerlukan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi ini penting agar program yang dirancang dapat berjalan dengan optimal dan tepat sasaran,” ujar Junaidi.

Baca Juga :   Wabup Kutim Berikan Dukungan Pada DKP Kutim Yang Gelar Pasar Pangan Murah Guna Kendalikan Inflasi

Pada kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai OPD, camat, dan kepala desa ini, Junaidi menekankan perlunya pendekatan berbasis data dan pengelolaan anggaran yang transparan. Ia mengingatkan bahwa meskipun anggaran daerah cukup besar, pengelolaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat sasaran untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penurunan stunting.

“Pemahaman yang sama antara semua pihak yang terlibat dalam penganggaran dan pelaksanaan program penurunan stunting sangat penting. Tanpa kerjasama yang baik, meskipun anggaran besar, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Baca Juga :   Bunda PAUD Jakarta Pusat: 6 Pondasi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memahami dengan lebih mendalam mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi masalah stunting, serta memperkuat peran masing-masing dalam mengurangi prevalensi stunting di Kutim. (Adv)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA