Menu

Mode Gelap
Pengurus BKMM-DMI Kota Balikpapan Dilantik Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK

Advertorial · 16 Nov 2021 WITA

Pemkab Rencana Kembangkan Industri Hilir Sawit Di Kutim


 Pemkab Rencana Kembangkan Industri Hilir Sawit Di Kutim Perbesar

KUTAI TIMUR – Indonesia, telah berhasil menjadi produsen CPO di dunia sejak tahun 2006, tantangan berikutnya adalah menjadi raja produk Hilir. Potensi kelapa sawit yang dimiliki oleh Indonesia sangat luar biasa. Banyak wilayah di Indonesia yang menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komuditi yang di andalkan.

Salah satu wilayah yang ada di Kalimantan Timur, yaitu Kab. Kutai Timur sebagai penghasil Kelapa sawit yang memiliki potensi besar, terutama untuk pengembangan produk hilir. Hal ini didukung ketersediaan bahan baku industri yang melimpah, dimana produksi Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) mencapai 6,453 juta ton pada tahun 2020.

Hilirisasi industri sawit yang dicanangkan Pemkab Kutim wujud pengembangan agribisnis dalam arti luas. Meski program ini telah dimulai sejak pemerintahan sebelumnya. Namun, hasil yang dicapai memang belum optimal.

“Jadi mulai dari perkembangan industri hilir hingga pertumbuhan ekonomi. Maka yang digenjot saat ini adalah konsep pengembangan industri hilirnya,” ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, Kutim diketahui memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 459.681 Ha. Di tahun 2020, jumlah petani sawit bahkan mencapai sebanyak 75.413 kepala keluarga.

Ke depan, Pemkab Kutim disebut Ardiansyah akan mengoptimalkan produk turunan sawit seperti personal wash, personal care, hingga biofuel untuk kebutuhan masyarakat Kaltim yang kini mencapai 3,7 juta jiwa.

“Tentunya sebagai pendukung pengembangan sektor agribisnis sebagai roda ekonomi daerah dapat berjalan dengan cepat,” ujarnya.

Hal ini pastikan akan terus berproses tiap tahunnya untuk menyambut terbukanya kembali pasar Uni Eropa untuk membeli CPO (crude palm oil) dari Indonesia.

Ardiansyah menyebutkan, nanti adanya penerapan standar nasional melalui Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) akan berlaku pada petani sawit mandiri ataupun plasma.

“Agar daya saing hasil panen dapat setara dengan milik perusahaan. Tentunya Kutim sudah memastikan mengikuti standar itu,” pungkasnya.(Adv)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

380 Siswa SMKN 2 Dilepas Wabup Ikuti Orientasi dan Pembekalan di Mako Lanal Sangatta

19 Juli 2022 - 16:19 WITA

Seskab Rizali Hadi : Disiplin Menjadi Tolak Ukur Bagi seluruh ASN di Kutim

7 Juli 2022 - 23:21 WITA

Kutim Targetkan Penurunan Angka Stunting sesuai Arahan Nasional

7 Juli 2022 - 23:18 WITA

Kutim Masih Butuh Tenaga Honorer, Karena Terbatasnya Formasi ASN

7 Juli 2022 - 23:15 WITA

Pemkab Gelar Rakor Kepegawaian, Begini Pesan Bupati Kutim

6 Juli 2022 - 13:42 WITA

Ini Pesan Wabup kepada Duta Budaya Kutim 2022

6 Juli 2022 - 12:39 WITA

Trending di Advertorial