Menu

Mode Gelap
Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK Berangkatkan 83 Calhaj, Ardiansyah Doakan Jadi Haji Yang Mabrur

Advertorial · 16 Nov 2021 14:59 WITA

Object Wisata Kutim Goa Telapak Tangan Jadi Destinasi Wisata Favorit


 Object Wisata Kutim Goa Telapak Tangan Jadi Destinasi Wisata Favorit Perbesar

KUTAI TIMUR – Object Wisata Gua telapak tangan yang berada di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memili Potensi wisata yang dapat dikembangkan, mengingat selain menjadi tempat wisata yang di minati masyarakat dari berbagai daerah, goa Telapak tangan juga merupakan bagian dari ekosistem yang menjadi habitat dari beragam flora dan fauna langka serta tempat untuk mempelajari masa lalu.

Mengingat goa tersebut merupakan peninggalan tahun 10 ribu Sebelum Masehi (SM) dan telah menjadi situs bersejarah yang popular di dunia Internasional.

Keberadaan gua-gua, sungai bawah laut, cadangan batu kapur dan bahan semen pun cukup melimpah. Serta menarik minat masyarakat luas tak hanya lokal namun juga luar daerah.

Dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutim, Nurullah. Jika karst Sangkulirang-Mangkalihat ini menarik wisatawan tak hanya untuk berlibur namun juga perjalanan belajar.

“Selama ini data yang didapat, yang datang tidak hanya masyarakat lokal, tapi juga luar daerah seperti mahasiswa dan komunitas pecinta alam tidak hanya liburan tapi juga seperti study tour,” kata Nurullah, Rabu (16/11/2021).

Wisata gua telapak tangan ini juga dikelola oleh masyarakat setempat yang mana, tiap kelompok yang berkunjung diwajibkan menyewa tour guide atau pemandu wisata.

Yang mana tentu memberikan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Diakui oleh Nurullah, bahwa nantinya wisata ini akan terus dikembangkan terkait pengelolaan dan fasilitas yang akan disediakan untuk memanjakan para tamu.

“Kita sudah lirik ini sejak lama, bagaimana pengelolaannya, bagaimana fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan kita manfaatkan kedepannya. Itu tentu jadi prospek bagus buat Kutim,” jelasnya.

Nurullah mengakui wisata yang satu ini memang lain, yang mana karst ini tidak lah banyak, hanya ada beberapa di dunia, dan salah satunya ada di Kabupaten Kutim.

Oleh sebab itu, ia mengkomunikasikan pada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati untuk memberdayakan warisan indah ini.

“Saya sudah minta ke pak Bupati dan Wakil Bupati supaya warisan dunia satu ini harus benar-benar diberdayakan kedepannya. Keuntungannya selain untuk daerah juga buat masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dilanjutkannya, kemungkinan akan ditindaklanjuti pada awal tahun 2022 saat program kerja Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang (ASKB) mulai berlangsung. (adv)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

380 Siswa SMKN 2 Dilepas Wabup Ikuti Orientasi dan Pembekalan di Mako Lanal Sangatta

19 Juli 2022 - 16:19 WITA

Seskab Rizali Hadi : Disiplin Menjadi Tolak Ukur Bagi seluruh ASN di Kutim

7 Juli 2022 - 23:21 WITA

Kutim Targetkan Penurunan Angka Stunting sesuai Arahan Nasional

7 Juli 2022 - 23:18 WITA

Kutim Masih Butuh Tenaga Honorer, Karena Terbatasnya Formasi ASN

7 Juli 2022 - 23:15 WITA

Pemkab Gelar Rakor Kepegawaian, Begini Pesan Bupati Kutim

6 Juli 2022 - 13:42 WITA

Ini Pesan Wabup kepada Duta Budaya Kutim 2022

6 Juli 2022 - 12:39 WITA

Trending di Advertorial