Ragu Membeli Obat di Apotek, dr. Bahrani Imbau Masyarakat Langsung Cek ke Dokter

- Redaksi

Rabu, 16 November 2022 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Banyaknya berita yang beredar soal isu kasus gagal ginjal akut pada anak yang telah menelan korban jiwa, sejumlah masyarakat meragukan keamanan obat yang beredar di masyarakat. Belakangan memang sedang ramai beredar obat syrup yang menjadi penyebab gagal ginjal pada anak-anak di Indonesia, sejumlah apotek dan fasilitas kesehatan disidak.

Pemerintah Pusat pun telah mengeluarkan surat untuk menarik obat tersebut dari edaran. Seluruh Dikes di kabupaten/kota tak terkecuali Kutim juga mengeluarkan surat serupa.

Baca Juga :   Sambut Sail Sangkulirang 2024, Bupati Minta Seniman Buat Tarian Khas Kutim

“Jadi sebelumnya kita berikan surat. Sudah ditarik dari edaran obat-obatan tersebut, nah jadi untuk mendapatkan obat dan penanganan yang aman, kita langsung ke fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Diantaranya, rumah sakit, klinik dan puskesmas untuk kemudian dilakukan pemeriksaan, dari situlah nanti akan diberikan resep untuk dikonsumsi.

Jika biasanya, panas pada anak dianjurkan untuk mengonsumsi Paracetamol, kini mantan Direktur RSUD Kudungga itu mengimbau agar masyarakat Lang mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga :   Cegah Korupsi, Disdik Kutim Sosialisasikan Aplikasi JAGA.ID

“Biasanya kan masyarakat ini kalau anaknya panas sembarangan kasih Paracetamol, kadang tidak sesuai takaran, atau lewat masa buka kemasan,” imbuhnya.

Karena, biasanya Paracetamol pada anak harus di buang apabila sudah lewat enam bulan sesudah dibuka segelnya. Karena udara yang masuk akan mempengaruhi kehigienisan obat.

Yang berlaku di masyarakat justru akan menyimpan obat hingga selesai. Oleh karenanya, langsung pergi ke fasilitas kesehatan terdekat merupakan solusi yang aman untuk pengobatan.

Berita Terkait

Rumah Sakit Muara Bengkal Menunggu Penunjukan Direktur
Kecamatan Di Kutim Butuhkan Dokter Spesialis Tunjangan Di Naikan Jadi 60 Juta
Dinkes Kutim Skrining Hipotiroid Penting Dilakukan Bagi Bayi Yang Baru Lahir
Melalui Program Germas Dinkes Kutim Harapkan Masyarakat Ubah Pola Hidup Menjadi Lebih Sehat
Guna Deteksi Penyakit Sejak Dini Dinkes Kutim Sarankan Warga Lakukan Skrining Kesehatan Rutin
Program BPJS Gratis Untuk Warga Kutim Di Ambil Dari Anggaran Daerah
Remaja Kutim Butuh Perhatian DPPKB Gelar Jambore PIK-R
Hangus Terbakar, SD 001 Kongbeng Kembali Dibangun Tahun 2024

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:13 WITA

Kasmidi Bulang Kembalikan Formulir Ke PDI Dan Inginkan Berjuang Bersama PDI

Selasa, 14 Mei 2024 - 11:05 WITA

Leni Berikan Dukungan Penuh untuk UMKM OSAKA, Binaan PT Pamapersada Nusantara

Sabtu, 11 Mei 2024 - 22:07 WITA

Bupati Kutim Hadiri Halal Bilhalal KKSS Dan Ingatkan Pentingnya Menyambung Talisilaturahmi

Jumat, 10 Mei 2024 - 22:17 WITA

Kutim Terapkan Kebijakan Pajak Baru, Restoran dan Hotel Jadi Target Utama, Anjas Angkat Bicara

Kamis, 9 Mei 2024 - 07:43 WITA

A. Junaidi Dilantik Jadi Kepala Dinas PPKB Kutim, Namun Terus Berkomitment Lanjutkan Program Pembinaan PAUD

Rabu, 8 Mei 2024 - 19:26 WITA

Bupati Lantik Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemkab Kutim

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:33 WITA

Program Beasiswa Stimulan Disdikbud Kutai Timur Berikan Dorongan Positif bagi Pendidikan

Selasa, 7 Mei 2024 - 19:32 WITA

Dinas Pendidikan Kutai Timur Integrasikan Bahasa Kutai dalam Kurikulum Sekolah Dasar

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!