Kebijakan Internet Sekolah 2025 Berubah, Kuota Tidak Terpakai Langsung Hangus dan Kecepatan Turun Drastis

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Dengan adanya perubahan mengenai kebijakan internet di sekolah pada tahun 2025 cukup menjadi perhatian. Jika kebijakan ditahun 2024 mengenai sisa kuota dapat bergeser ke bulan berikutnya, maka perubahan aturan di tahun 2025 mengenai kuota yang tidak habis dalam sebulan akan hangus atau jaringannya akan turun.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Tinur Ronny Bonar, mengatakan jika perubahan ini dilakukan karena adanya penyesuaian dari provider serta kebutuhan manajemen jaringan yang lebih efektif.

Baca Juga :   Pjs Bupati Kutim Instruksikan Dinas PU Segera Lakukan Mitigasi Risiko Galian C

“di tahun 2024 kan misalnya 40 GB masih sisa sampai 31 Januari, itu bisa dipakai lagi di Februari. Sekarang ditahun 2025 beda lagi. Habis tidak habis jika dalam Satu bulan maka akan hangus, atau jaringannya akan turun drastis” jelasnya.

Dalam hal ini Ronny mengatakan jika sekolah harus lebih cermat mengatur pemakaian. Internet yang sebelumnya tetap berjalan dengan kecepatan 100-200 MBPS ketika kuota habis, kini turun drastis menjadi 1 Mbps. Kondisi ini tentu akan mengganggu kegiatan pembelajaran, akses aplikasi, hingga administrasi di sekolah.

Baca Juga :   Disdukcapil Kutim Tegaskan Pentingnya Isbat Nikah untuk Tertib Adminduk di Teluk Pandan

“habis tidak habis jika masuk di bulan berikutnya maka akan turun drastis jaringannya, makanya nanti kita minta bantu dari teman-teman IKS dan proveder untuk membantu bagaimana managementnya, jadi pemakaian internetnya bisa lebih terbagi dengan tepat, “ kata Ronny

Ronny juga menekankan jika penggunaan internet disekolah harus tepat sasaran penggunaannya. Jika konten pembelajaran seperti YouTube tetap diperbolehkan, namun penggunaan untuk hiburan harus disesuaikan.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPRD Kutim Soroti Banyak OPD Kekurangan Pegawai

“Kita harap penggunaan dibagi jelas: mana administrasi, mana pembelajaran, mana hiburan. Jangan sampai aktivitas utama justru terganggu,” tegasnya.

Ronny berharap dengan manajemen yang baik, kuota bulanan dapat digunakan secara efektif tanpa menghambat proses pendidikan di sekolah. (ADV)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru