![]()
Kutai Timur – Dengan adanya perubahan mengenai kebijakan internet di sekolah pada tahun 2025 cukup menjadi perhatian. Jika kebijakan ditahun 2024 mengenai sisa kuota dapat bergeser ke bulan berikutnya, maka perubahan aturan di tahun 2025 mengenai kuota yang tidak habis dalam sebulan akan hangus atau jaringannya akan turun.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Tinur Ronny Bonar, mengatakan jika perubahan ini dilakukan karena adanya penyesuaian dari provider serta kebutuhan manajemen jaringan yang lebih efektif.
“di tahun 2024 kan misalnya 40 GB masih sisa sampai 31 Januari, itu bisa dipakai lagi di Februari. Sekarang ditahun 2025 beda lagi. Habis tidak habis jika dalam Satu bulan maka akan hangus, atau jaringannya akan turun drastis” jelasnya.
Dalam hal ini Ronny mengatakan jika sekolah harus lebih cermat mengatur pemakaian. Internet yang sebelumnya tetap berjalan dengan kecepatan 100-200 MBPS ketika kuota habis, kini turun drastis menjadi 1 Mbps. Kondisi ini tentu akan mengganggu kegiatan pembelajaran, akses aplikasi, hingga administrasi di sekolah.
“habis tidak habis jika masuk di bulan berikutnya maka akan turun drastis jaringannya, makanya nanti kita minta bantu dari teman-teman IKS dan proveder untuk membantu bagaimana managementnya, jadi pemakaian internetnya bisa lebih terbagi dengan tepat, “ kata Ronny
Ronny juga menekankan jika penggunaan internet disekolah harus tepat sasaran penggunaannya. Jika konten pembelajaran seperti YouTube tetap diperbolehkan, namun penggunaan untuk hiburan harus disesuaikan.
“Kita harap penggunaan dibagi jelas: mana administrasi, mana pembelajaran, mana hiburan. Jangan sampai aktivitas utama justru terganggu,” tegasnya.
Ronny berharap dengan manajemen yang baik, kuota bulanan dapat digunakan secara efektif tanpa menghambat proses pendidikan di sekolah. (ADV)
















