![]()
Kutai Timur – Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menegaskan bahwa konsep bisnis matching yang tengah dibahas bukanlah hal baru. Menurutnya, praktik ini telah ada sejak lama dan merupakan sarana penting untuk menjalin kesepahaman antara berbagai pihak dalam dunia usaha.
“Bisnis matching itu bukan model baru. Dari zaman dahulu, bisnis matching adalah pertemuan dengan semua pihak, mulai dari Bank Indonesia, pengusaha, broker, dan sebagainya,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa tujuan utama dari bisnis matching adalah membangun kesepahaman antar pihak, sehingga transaksi bisnis maupun kerjasama dapat berlangsung secara efektif dan saling menguntungkan. Dalam praktiknya, konsep ini memfasilitasi terjadinya kesepakatan antara berbagai pelaku usaha, termasuk antar perusahaan atau institusi yang terlibat dalam pembelian, penjualan, maupun kegiatan business matching lainnya.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur pemerintah di Kutai Timur. Ia menegaskan bahwa penilaian kinerja harus diperketat dan dioptimalkan agar setiap pekerjaan dapat menghasilkan capaian yang maksimal.
“Untuk tahun depan, saya sudah meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk memperketat aturan main dalam pekerjaan. Penilaian kinerja juga harus ditingkatkan supaya capaian lebih maksimal,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan seluruh program pemerintah, termasuk yang berhubungan dengan pengelolaan bisnis dan kerjasama antar pihak, berjalan dengan efektif serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kutai Timur juga terus mendorong kolaborasi antar sektor agar berbagai kegiatan ekonomi dapat terealisasi dengan optimal, selaras dengan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

















