Pemkab Kutim Jalin Kerja Sama Pendidikan untuk Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis

- Redaksi

Jumat, 1 November 2024 - 19:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dr. H Bahrani, mengungkapkan langkah-langkah strategis yang tengah diupayakan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerahnya. Menurut dr. Bahrani, salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah dengan meningkatkan penghasilan tenaga medis dan menjalin kerja sama dengan sejumlah fakultas kedokteran. “Saya sudah beberapa kali juga ke Fakultas Kedokteran UNAIR, kemudian saya pernah juga ke Jogja ini terkait kemungkinan kerja sama dengan fakultas-fakultas untuk penanganan itu, yang kebetulan dokter spesialis yang lulus itu belum ada ikatan, maksudnya bukan PNS, jadi biaya sendiri. Kalau ada yang tertarik, bisa kami informasikan,” ujarnya.

Baca Juga :   861 PPPK Guru dan Teknis Terima SK Pengangkatan dari Bupati Ardiansyah

Selain itu, Pemkab Kutim juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) dalam program pendidikan spesialis. Dalam kerja sama ini, Pemkab menyediakan anggaran yang cukup besar untuk mendidik tenaga medis spesialis yang dibutuhkan. “Kami juga kerja sama dengan Unmul untuk program spesialis. Namun, saat ini hanya ada spesialis paru dan bedah yang kami fokuskan. Kami sudah sekolahkan mereka, dan ada perjanjian 5 tahun dengan Unmul,” lanjut dr. Bahrani.

Baca Juga :   Mendorong Reformasi Birokrasi: Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Konsisten Terapkan Sistem Merit

Dari kerja sama tersebut, Pemkab Kutim berharap dapat menghasilkan 10 dokter spesialis untuk mengisi rumah sakit-rumah sakit di daerah. Program ini memerlukan dana sebesar 7,5 milyar rupiah yang mencakup biaya pendidikan, uang harian, dan biaya kos mahasiswa selama menjalani pendidikan. “Perjanjian kami dengan Unmul itu biaya full dari Pemkab, mulai dari biaya masuk hingga uang harian dan pendidikan lainnya,” tambah Bahrani.

Baca Juga :   Pemkab Kutim Menunggu Keputusan Kemendagri Terkait Sengketa Wilayah Sungai Manubar

Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Kutim berharap dapat memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayahnya. (Adv)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru