![]()
Kutai Timur – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, memaparkan empat sasaran utama yang menjadi fokus program pemerintah daerah di tingkat Rukun Tetangga (RT).
“Empat sasaran yang akan kami tuju ini, pertama menurunkan angka kemiskinan. Program-program ini sifatnya di RT, namun berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat. Misalnya melalui pelatihan, kemudian bantuan peralatan, kami berharap desa menindaklanjuti bagaimana produk warga dapat dipasarkan. Selama ini banyak pelatihan diberikan, tetapi pasca pelatihan tindak lanjutnya minim. Oleh karena itu, kami berharap ada pembagian tugas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), siapa yang fokus meningkatkan sumber daya manusia (SDM), dan siapa yang memasarkan,” ujar Basuni.
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kategori miskin, sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi warga desa. Program yang bersifat pelatihan tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga diikuti langkah konkret untuk memastikan hasilnya dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Harapannya, melalui sinergi ini, program pemerintah di tingkat RT tidak hanya berjalan formalitas, tapi menghasilkan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Desa memiliki peran penting dalam menindaklanjuti setiap pelatihan, agar warga yang diberi keterampilan bisa langsung memasarkan produk dan mendapatkan manfaat ekonomi,” pungkas Basuni.
Dengan strategi ini, DPMDes menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengoptimalkan program pembangunan di tingkat RT sehingga lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Program ini diharapkan juga menjadi model kolaborasi antar OPD dan desa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara keseluruhan.

















