Jumeah Soroti Ketidakteraturan Data Anak Putus Sekolah Akibat Kurang Koordinasi Kementerian

- Redaksi

Jumat, 14 November 2025 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah, mengungkapkan bahwa banyaknya anak putus sekolah di daerah bukan semata-mata karena kurangnya akses pendidikan, melainkan karena data kependudukan belum diperbarui secara benar oleh instansi terkait di pusat.

“Ada 13.000 anak yang dikatakan tidak sekolah karena tidak memiliki akta kelahiran. Padahal, target kami di Disdukcapil hampir 100 persen, sudah berhasil 97–98 persen. Jika orang daftar sekolah tapi belum punya akta kelahiran, seharusnya dibuatkan dulu akta kelahirannya agar administrasi tertib. Jadi wajar kalau ada perbedaan, ini lebih karena data pusat tidak update, bukan karena orangnya tidak sekolah,” ujar Jumeah.

Baca Juga :   Legislator Kutim Prihatin, Jumlah Petani Kian Berkurang

Ia menambahkan bahwa pemadanan data seharusnya dilakukan langsung di pusat, bukan melalui Disdukcapil daerah. “Kalau pemadanan data tidak dilakukan di pusat, hasilnya berbelit-belit. Data harus bolak-balik dari daerah ke pusat, lalu kembali lagi ke Kementerian. Proses ini memakan waktu dan tidak efisien. Logikanya, lebih cepat jika pusat langsung menyesuaikan data, sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan,” katanya.

Baca Juga :   Pemkab Kutim Optimis Mencapai Target Serapan Anggaran Akhir Tahun 2023

Jumeah menegaskan bahwa koordinasi antar kementerian dan Direktorat Jenderal terkait sangat diperlukan. “Data di Jakarta harusnya dikoordinasikan dengan Kementerian dan Dirjen terkait. Kalau bolak-balik dari sini ke sana, ke sini lagi, hasilnya menjadi lambat, dan anak-anak pun dirugikan. Padahal mereka hanya membutuhkan kepastian administrasi agar bisa sekolah tanpa kendala,” pungkasnya.

Baca Juga :   Penuhi Hak Anak, Pemkab Kutim Diganjar KLA Madya

Dengan penegasan ini, Disdukcapil Kutim berkomitmen terus mendorong keteraturan data kependudukan dan mendukung hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. (ADV)

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA