![]()
Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono menegaskan mengenai penanganan anak putus sekolah, dengan melakukan validasi data anak yang putus sekolah, agar bisa di tindak lanjuti dengan efektif.
Upaya ini di lakukan bertujuan untuk anak – anak yang tidak melanjutkan Pendidikan formal tetap bisa sekolah melalui jalur non formal, contohnya program paket A,B, dan C.
“kita selesaikan dulu masalah data, kita pastikan bahwa data anak-anak yang tidak sekolah ini benar dan valid datanya. Kemudian kita juga mencegah agar anak-anak tidak putus sekolah bagi anak-anak yang masih sekolah, kemudian terakhir kita pastikan untuk anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah tetap bisa belajar melalui jalur non formal yaitu paket, “ kata Mulyono
Mulyono juga mengatakan ada sekitar 4000 data anak tidak di temukan setelah di lakukan verivikasi data.
“kemarin turun itu ternyata sudah ada data-data anak setelah di verivikasi di lapangan oleh PKK dan Ketua RT, ternyata anak tersebut masih sekolah, masih ada sekitar data itu 4000 tidak di temukan, tapi juga tidak bisa langsung di hapus harus melalui proses verivikasi lagi di Capil, setelah Capil selesai bari ke Pusdatim, setelah selesai mungkin kita atur 4000 itu nanti, “ katanya
Kepala Disdikbud Kutim berharap, dalam penanganan anak putus sekolah ini, dapat membantu menurunkan angka anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Kutai Timur, sehingga di harapkan dapat meningkatkan kualitas Pendidikan di Kutai Timur.(ADV)

















