Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur: Pentingnya Koordinasi dalam Pemberian Makanan Gratis

- Redaksi

Senin, 18 November 2024 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Kutai Timur, Mulyono, menekankan pentingnya koordinasi antara organisasi penyelenggara dan dinas terkait dalam pelaksanaan program pemberian makanan gratis di sekolah-sekolah. Mulyono mengungkapkan kekhawatirannya terkait insiden keracunan yang terjadi, yang mengarah pada pertanyaan mengenai tanggung jawab dari semua pihak yang terlibat.

Dalam komentarnya, Mulyono menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini melibatkan berbagai agenda, termasuk keterlibatan UMKM yang menawarkan makanan siang gratis. “Gitu ya niatnya. Sekali lagi, saya enggak melarang niat baik, ya kan? Nanti baik kan. Tapi kalau tadi salah sesuatu, ayo gimana,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa meskipun niat baik ada, potensi risiko yang menyertai kegiatan tersebut harus diperhatikan.

Baca Juga :   Ardiansyah: Pentingnya Pembekalan dalam Menjalani KKN di Kutim

Lebih lanjut, Mulyono mengungkapkan keprihatinannya terhadap reaksi orang tua yang mungkin panik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Maksud saya, nanti orang tua panik, dan ujung-ujungnya menyalahkan dinas lagi. Padahal kita dinas enggak tahu ceritanya,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya adanya laporan dari pihak penyelenggara sebelum melaksanakan program semacam itu.

Baca Juga :   Kadinkes Kutim Upayakan Anggaran Stunting Agar Menyasar Pada Anak-Anak Serta Masyarakat

Mulyono menegaskan, “Pemberian makan gratis tadi kan niatnya baik dan bagus, tapi tiba-tiba, mohon maaf, ada yang keracunan. Nah, siapa yang tanggung jawab?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa komunikasi dan transparansi dalam kegiatan sosial sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan program dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dinas pendidikan.

Dengan pernyataannya ini, Mulyono berharap agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan sosial dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Dinas Pendidikan dan Budaya Kutai Timur berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat, sambil memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama.(Adv)

Berita Terkait

Mantan Kadis Ketahanan Pangan Kutim Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek RPU
PGRI Sangatta Utara Gelar Sosialisasi Perlindungan Guru dan Konfercab, 127 Kepsek dan Guru Ikut Ambil Bagian
Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta
Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru