DPPKB Kutim Libatkan Perangkat Daerah dan Camat dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kutai Timur

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 21:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Worksoh percepatan penurunan stunting DPPKB Kutim, di Hotel Gran Verona Samarinda, Kamis (14/11/2024). (dok: kaltimterkini)

Worksoh percepatan penurunan stunting DPPKB Kutim, di Hotel Gran Verona Samarinda, Kamis (14/11/2024). (dok: kaltimterkini)

Loading

SAMARINDA – Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kutai Timur (Kutim), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim libatkan perangkat daerah dan camat se-Kutim.

Dalam agenda workshop Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B sampaikan pentingnya penyamaan persepsi dalam menangani stunting.

Ia menyebut kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah program tersebut terlaksana secara konsisten, dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa

Baca Juga :   Dinsos Kutim akan Gelar Sosialisai NAPZA

“Workshop ini sangat penting agar tidak ada perbedaan implementasi program antara kabupaten, kecamatan, dan desa. Oleh karena itu, kami hadirkan narasumber dari BKKBN yang kompeten untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama,” kata Achmad Junaidi, di Hotel Gran Verona Samarinda, Kamis (14/11).

Dia menambahkan, Camat sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan memiliki peran kunci dalam pengawasan program ini.

Baca Juga :   RS Muara Bengkal Kutim Membutuhkan Dokter Spesialis untuk Memulai Operasional

Karena itu dia berharap kepala desa, istri camat, serta bunda genre di desa-desa mengambil peran yang lebih aktif mendampingi camat di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sunarto, yang membuka workshop tersebut menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana yang harus komprehensif.

“Dalam workshop bangga kecana kita akan mereview capaian yang berkaitan dengan stunting. Kita juga melihat sinergitas dari TPPS yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” ucapnya.

Baca Juga :   Dinsos Kutim Jalin Komunikasi Dengan Orang Tua Penjual Es Lilin Cilik Demi Upayakan Sang Anak Kembali Bersekolah

Ini dilakukan kata dia, karena dalam catatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), presentasi stunting di Kutim mencapai 29 persen. (*)

Berita Terkait

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur
Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:57 WITA

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA