![]()
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk merampungkan berbagai proyek multiyears (MY) yang sempat mengalami kendala pada tahun sebelumnya. Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., memastikan bahwa beberapa proyek yang tertunda kini telah kembali dimasukkan dalam agenda percepatan.
“Tahun sebelumnya memang ada yang sempat tersendat, seperti pembangunan Manubhar Serium. Proyek itu kita lanjutkan kembali,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa proyek strategis lainnya juga akan diperkuat pembiayaannya, sebagian melalui penambahan anggaran pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya. “Untuk pekerjaan lain, sebagian memang kita tambah lagi tahun ini, dan kemungkinan tahun depan juga ada penambahan, meskipun tidak dalam skema multiyears,” katanya.
Selain itu, Bupati Ardiansyah menyoroti percepatan pemerataan akses listrik desa yang hingga kini masih menjadi fokus pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 15 desa yang sedang dalam proses penyambungan listrik, bukan 13 desa seperti asumsi sebelumnya. “Listrik itu bukan 13, tetapi 15 desa tahun ini. Insyaallah sedang berjalan, dan mudah-mudahan Januari sudah selesai,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan ini sangat bergantung pada dukungan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pelaksana teknis. Pemerintah daerah, kata Ardiansyah, terus mendorong percepatan tersebut agar seluruh desa di Kutai Timur dapat menikmati akses energi yang setara. “Desa yang belum teraliri listrik tetap kita dorong. PLN sudah menambah 15 desa, bukan 13. Jadi kita terus minta PLN untuk segera menyelesaikannya,” pungkasnya.
Dengan lanjutan proyek MY dan percepatan elektrifikasi desa, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan dasar bagi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman.

















