![]()
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan berbagai kegiatan dan program prioritas tetap berjalan, termasuk pelaksanaan event daerah serta dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski seluruh kegiatan harus menyesuaikan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah memastikan kualitas penyelenggaraan tidak berkurang.
Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardianyah Sulaiman, M.Si., menegaskan bahwa pendanaan event dilakukan selektif sesuai kondisi anggaran dan kebutuhan daerah.
“Untuk event, ada yang dibiayai melalui APBD dan ada yang tidak. Kegiatan tetap menyesuaikan dengan kondisi anggaran, tetapi hasilnya tetap maksimal dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tetap wajib diselenggarakan karena sifatnya yang penting, terutama bagi Ketua RT yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pelayanan dan pengelolaan administrasi di wilayahnya.
“Bimtek itu ada yang sangat krusial, jadi memang wajib. Misalnya untuk RT, seluruh ketua RT wajib hadir karena mereka harus memahami betul cara pengelolaan yang menjadi tugas mereka,” katanya.
Selain itu, Bupati menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaku UMKM tetap menjadi prioritas dalam 50 Program Unggulan Kutai Timur. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan sektor UMKM sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
“Program unggulan tetap berjalan, termasuk dukungan bagi UMKM. Bantuan tetap ada karena mereka adalah pelaku utama ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini, bentuk bantuan UMKM masih diformulasikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM. Pemerintah mempertimbangkan mekanisme yang paling tepat, baik dalam bentuk bantuan tunai maupun barang, sesuai kebutuhan dan regulasi yang sedang disusun. Dengan dukungan yang terarah, UMKM diharapkan semakin berkembang dan memperkuat fondasi ekonomi Kutai Timur.

















