![]()
Kutai Timur – Ada Sebanyak 35 sekolah rujukan Google di wilayah Sangatta Utara dan Selatan disebut mengalami kebutuhan internet yang lebih tinggi dibanding sekolah lain. Menanggapi hal ini, Diskominfo Kutai Timur memastikan tidak membedakan pemberian dukungan teknis, sekalipun sebagian sekolah merupakan kewenangan provinsi.
Ronny Bonar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur, menanggapi mengenai sekolah rujukan Google yang menggunakan internet untuk berbagai aktivitas pembelajaran didalam kelas sehingga kebutuhan internet yang dibutuhkan tentunya lebih besar.
“tentu semua sama ya, suka atau tidak suka, internet harus kita penuhi agar tidak ada kendala dalam proses belajar anak-anak, ” katanya.
Ronny juga mengatakan ada beberapa sekolah melaporkan kendala saat ujian, tentu Diskominfo langsung bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan Telkom untuk penambahan kapasitas dan menyediakan perangkat cadangan seperti Starlink jika dibutuhkan.
“kalau SMA ini kan bukan tanggung jawab kita, tapi minta tolong juga sama kita, nah tentu kita tetap bantu, agar pembelajarannya atau ujiannya tidak terhambat, jika tidak cukup kita juga siapkan starlink, mereka kan anak-anak kita juga masa kita beda-bedakan, meskipun ini wewenang provinsi, kita tidak melihat siapa yang berwenang, “ tegasnya
Ronny menyatakan jika Diskominfo tetap berkomitmen membantu seluruh sekolah tanpa memandang kewenangan administrasinya.
“Selama kita bisa bantu, kita bantu. Tujuan utama kita adalah memastikan pendidikan tetap berjalan lancar,” ujarnya
Kadis Kominfo juga menegaskan bahwa dukungan yang diberikan untuk anak-anak SMA tersebut bukan hibah.
“Ini bukan hibah ya, kita hanya membantu saja. Yang penting kegiatan belajar mereka tidak terganggu, mereka inikan anak-anak kita juga, ” pungkasnya

















