Pemkab Kutim Kembangkan Program Pendidikan Tenaga Kesehatan untuk Mengatasi Kekurangan Dokter

- Redaksi

Jumat, 1 November 2024 - 11:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Kutai Timur – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim), dr. H Bahrani, mengungkapkan upaya Pemkab Kutim dalam mengatasi kekurangan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, di rumah sakit Kutim. Salah satu langkah yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) melalui program pendidikan spesialisasi.

Dalam kerja sama ini, Pemkab Kutim mendidik 10 dokter spesialis dalam lima tahun, dengan fokus pada dua bidang yaitu paru dan bedah. “Kami juga kerja sama dengan Unmul untuk program spesialis. Kami sudah sekolahkan mereka, dan ada perjanjian 5 tahun untuk menghasilkan 10 dokter spesialis yang nantinya akan mengisi rumah sakit-rumah sakit di Kutim,” ungkap dr. Bahrani.

Baca Juga :   Dinsos Kutim Jalin Komunikasi Dengan Orang Tua Penjual Es Lilin Cilik Demi Upayakan Sang Anak Kembali Bersekolah

Pemkab Kutim menanggung seluruh biaya pendidikan, mulai dari biaya masuk, uang harian, biaya kos, hingga seluruh biaya yang terkait dengan pendidikan. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai 7,5 milyar rupiah. “Ini biaya full dari Pemkab, jadi mulai dari biaya masuk, uang harian, uang kos, pendidikan segala macam,” lanjutnya.

Baca Juga :   Harkopnas ke-76, Komitmen Pemerintah Kutim Terus Mendorong Pertumbuhan Usaha Mikro dan Koperasi

Selain dokter spesialis, Pemkab Kutim juga berkomitmen mendidik tenaga medis lainnya seperti dokter umum, dokter gigi, dan tenaga farmasi untuk mengisi kekosongan di rumah sakit. “Selain 10 spesialis, kami juga akan mendidik 2 dokter umum tiap tahun, serta tenaga farmasi dan dokter gigi,” tambahnya.

Setelah lulus, para dokter yang mengikuti program ini diharapkan dapat mengabdi di Kutim selama jangka waktu tertentu. Dokter umum akan mengabdi selama 6 tahun, sedangkan dokter spesialis akan mengabdi selama 5 tahun. Program ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga medis di Kutim dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Berita Terkait

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans
DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal
Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya
Pendidikan Jadi Salah Satu Fokus Kerjasama Desa Kutai Timur
Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WITA

Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Jumat, 28 November 2025 - 23:41 WITA

Disdukcapil Kutim Optimalkan Layanan e-KTP di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita Terbaru