Faizal Rachman Sebut Proyek Fisik MYC Kutim Tak Bisa 100 Persen

- Redaksi

Rabu, 12 Juni 2024 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kutai Timur Faizal Rachman menyebutkan progres fisik pembangunan proyek multi years (MYC) kabupaten Kutai Timur tidak akan mencapai 100 persen.

Hal ini dikarenakan pemerintah daerah dan DPRD telah memiliki MOU atau kesepakatan pengalokasian baik item kegiatan maupun skema pembiayaan.

Umumnya pekerjaan MCY baru di mulai pada akhir tahun 2023 atau pada APBD-P tahun lalu, tapi tak di pungkiri masih banyak pekerjaan yang baru di mulai pada awal tahun 2024.

Baca Juga :   Produksi Sampah di Sangatta Terus Bertambah, Jimmy Dorong Kajian Pengelolaan Sampah Energi Terbarukan

Dengan demikian, penganggaran untuk pekerjaan-pekerjaan MYC dari tahun sebelumnya menjadi Silpa.

Faizal mengatakan hal ini bisa mengakibatkan progres fisik pembangunan tidak mencapai 100 persen atau tidak rampung berdasarkan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dan gambar masing-masing proyek.

“Dampaknya progres fisik tidak sampai 100 persen, kalau sampai 100 persen kontraktor yang rugi,” kata Faizal Rachman.

Baca Juga :   Yan Menilai Pariwisata Kutai Timur Belum Optimal, Karena Ketersediaan Infrastruktur Yang Belum Memadai

Lebih lanjut ia menerangkan jika anggaran Silpa pekerjaan multi years tersebut pun tidak dapat menjadi utang, dan pemerintah tidak mengalokasikan sisa anggaran itu untuk kelanjutan MYC.

“Kontraktor tidak dibayar juga kalau dikerjakan, karena kita sudah MoU sejak awal,” pungkasnya.

Sejalan dengan semua program yang ada, sebaiknya proyek MYC betul-betul dimasukan dalam program prioritas untuk segera di tuntaskan. Bukan tanpa alasan, karena masyarakat sangat mennanti pembangunan tersebut.

Baca Juga :   Ubaldus Badu Minta Pemerintah Tingkatkan SDM Petugas Pemadam Kebakaran

Jangang sampe berjalan dengan lambat, sehingga menghambat aktifitas masyarakat.Ini harusnya memang jadi perhatian bersama guna tercapainya percepatan pembangunan di Kutai Timur.

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:57 WITA

DPMDes Kutai Timur Dorong Kerjasama Desa–Pihak Ketiga untuk Optimalkan Potensi Lokal

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:54 WITA

Sosialisasi Kerjasama Desa Jadi Fokus DPMDes Kutai Timur

Senin, 1 Desember 2025 - 20:53 WITA

Efektivitas Program Kerjasama Desa DPMDes Kutai Timur Tetap Digenjot Meski Anggaran Terbatas

Senin, 1 Desember 2025 - 20:47 WITA

Kerjasama Desa di Kutai Timur Didorong untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Minggu, 30 November 2025 - 20:44 WITA

Contoh Kerjasama Desa: Listrik Desa Lomtesak Disuplai ke Lombentuk

Sabtu, 29 November 2025 - 22:48 WITA

Dukungan Internet dan Seragam Gratis untuk Siswa di Kutai Timur

Sabtu, 29 November 2025 - 20:38 WITA

Zainal Abidin, Hambatan Administrasi Jadi Tantangan DPMDes Kutai Timur dalam Kerjasama Desa

Sabtu, 29 November 2025 - 20:33 WITA

DPMDes Kutai Timur Rencanakan Sosialisasi Tata Cara Kerjasama Desa

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA