Ketua DPRD Kaltim: Ketimpangan Pembangunan dan Kemiskinan Jadi Tantangan Besar

- Redaksi

Kamis, 21 November 2024 - 01:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud.

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud.

Loading

SAMARINDA – Meskipun Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan dengan angka 78,2 pada akhir 2023, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud (Hamas), mengkritisi ketimpangan pembangunan yang terjadi di provinsi tersebut.

Menurutnya, meski capaian IPM secara keseluruhan cukup baik, tidak semua wilayah di Kaltim merasakan dampaknya secara merata.

“Ketimpangan ini menunjukkan bahwa tingginya IPM provinsi belum menyentuh semua daerah secara merata, terutama antara kabupaten dan kota,” ungkap Hasanuddin.

Sebagai contoh, Kabupaten Mahakam Ulu memiliki IPM terendah di Kaltim dengan angka 69,59, sementara Kota Samarinda mencatatkan IPM tertinggi 82,32.

Baca Juga :   Nurhadi Dorong Pemuda Terlibat dalam Pembangunan IKN

Hamas juga menyoroti masalah kemiskinan yang masih tinggi meski Kaltim memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.

Dengan PDRB yang tinggi, angka kemiskinan seharusnya dapat ditekan lebih rendah, namun pada 2023 kemiskinan di Kaltim masih tercatat di angka 6,11 persen, dan kemiskinan ekstrem mencapai 1,55 persen, tertinggi di Kalimantan.

“Kami butuh strategi pembangunan yang lebih efektif dan terukur untuk menekan kemiskinan, bukan hanya mengandalkan angka PDRB yang tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kendala Teknis SPD Hambat Realisasi Anggaran di Kutai Timur

Hasanuddin mengungkapkan upaya pemerintah provinsi sejauh ini belum cukup tepat sasaran, sehingga perlu ada evaluasi mendalam agar dana yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.

Selain itu, Hasanuddin juga mengungkapkan bahwa transparansi dan akses DPRD Kaltim dalam memantau program pembangunan perlu ditingkatkan.

Saat ini, DPRD hanya memiliki wewenang untuk verifikasi awal dan rekapitulasi usulan kegiatan yang diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Dia menginginkan DPRD memiliki otoritas lebih untuk mengawasi perkembangan tersebut, meskipun tidak memiliki hak untuk memverifikasi ulang usulan.

Baca Juga :   Shemmy Permata Sari Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Pemuda di Kaltim

Melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2024-2029, Hasanuddin berharap agar pemerintah provinsi dapat menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

Politisi Partai Golkar itu mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan Kaltim harus dilihat secara menyeluruh, meliputi kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta keberlanjutan lingkungan hidup,” pungkasnya. (adv)

Berita Terkait

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta
Bupati Bagikan Motor Operasional Untuk RT Teluk Lingga, Simbol Penguatan Akar Pemerintahan Kutim
Ronny: Kominfo Kutim Pastikan Dukungan Penuh untuk Kebutuhan Internet Sekolah
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pelayanan Administrasi Bebas Gratifikasi dan Tulus Membantu Masyarakat
Sangatta Fiesta Gelar Konferensi Pers Kutim Culinary Fest 2025, Hadirkan Dewa 19 dan Ratusan UMKM
Disdukcapil Kutim Tegaskan Pentingnya Isbat Nikah untuk Tertib Adminduk di Teluk Pandan
Disdukcapil Kutim Tegaskan Isbat dan Administrasi Kependudukan Berdasar Domisili, Bukan semata KTP
Dewa 19 Meriahkan Kutim Culinary Fest 2025 di Sangatta

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA