![]()
Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur saat ditemui awak media, mengatakan bahwa ada sebanyak 35 sekolah yang di targetkan untuk ditetapkan sebagai Kawasan Sekolah Rujukan Google (KSRG) di tahun 2025. Mulyono menegaskan bahwa hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melaluipembelajaran digital. Mulyono juga mengatakan jika program KSRG ini akan dilaksanakan di sekolah-sekolah yang berada di wilayah kota terlebih dulu, mengingat kesiapan infrastruktur serta kualitas jaringan internet yang dinilai lebih memadai.
“masih wilayah Kota, kenapa kita fokus di Kota karena secara infrastruktur masih memadai, karena Namanya pembelajaran Google kan pasti berkaitan dengan internet, bukan berarti di pedalaman kita tidak pasang, kita sudah pasang starlink juga disana, tapikan untuk pembelajaran diperlukan kapasitas yang besar, di kota-kota kan kapasitas internetnya tidak terbatas tergantung kita bisa sanggupnya ajakan, “ jelas Mulyono
Mulyono juga mengatakan Disdikbud, mendukung penuh pengembangan Kawasan Sekolah Rujukan Google (KSRG) di sekolah. Syarat untuk menjadi KSRG adalah semua guru harus mendapatkan BIMTEK Level 0, minimal 30 % dari guru diwajibkan menempuh sertifikasi Level 1 (L1) dari Google.
Mulyono juga menyatakan bahwa Disdikbud mengharuskan minimal 60 unit Chromebook yang menjadi salah satu syarat teknis, diharapkan jumlah tersebut cukup untuk menunjang proses belajar minimal bagi dua kelas secara bergantian.
“jadi gini kalau menjadi KSRG itu syaratnya ada 4, pertma dalam satu sekolah semua guru harus mendapatkan pelatihan level zero, kedua minimal 30% dari guru punya sertifikan L1 dari Google, ketiga semua warga belajar harus memiliki akun baik guru maupun murid dan yang ke empat minimal ada 60 Chromebook, “ katanya
Program ini diharapkan dapat menjadi awal dari penerapan Pendidikan Digital di Kabupaten Kutai Timur.

















