Kondisi Jalan Sangatta-Rantau Pulung Memprihatinkan, Jimmy: Ini Karena Tak Ada Tenggang Waktu Untuk KPC

- Redaksi

Sabtu, 11 Mei 2024 - 22:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Loading

Sangatta – Kondisi jalan Sangatta-Rantau Pulung yang sangat rusak dan memprihatinkan menjadi sorotan publik. Meskipun sebelumnya PT Kaltim Prima Coal (KPC) berkomitmen untuk memperbaiki akses jalan ini, hingga kini belum ada pergerakan signifikan dalam perbaikan.

Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Jimmy, mengungkapkan bahwa salah satu titik lemah dari komitmen KPC adalah tidak adanya batas waktu yang jelas untuk perbaikan jalan tersebut.

Baca Juga :   Fraksi KIR DPRD Kutim Ucapkan Selamat atas Perolehan Opi

“Karena tidak ada tenggang waktu, terserah KPC kapan perbaikan jalan Rantau Pulung akan dilakukan,” ujar Jimmy.

Jimmy mendesak pemerintah daerah untuk mengupayakan solusi atas permasalahan ini, termasuk melibatkan pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa izin aktivitas pertambangan KPC diberikan oleh pemerintah pusat, sehingga intervensi dari level yang lebih tinggi mungkin diperlukan.

Baca Juga :   Anggota DPRD Kutim Shabaruddin Minta Semua Pihak Kolaborasi Menekan Pengedaran Barang Haram di Kutai Timur

“Pemerintah daerah harus bisa mengupayakan hal ini hingga ke pemerintah pusat, sebab izin aktivitas pertambangan KPC ada di tangan pemerintah pusat,” tambahnya.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah, akses dan mobilitas warga menjadi terganggu, yang berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jimmy berharap dengan adanya tekanan dan koordinasi yang baik, KPC akan segera menetapkan batas waktu dan mempercepat proses perbaikan jalan Sangatta-Rantau Pulung.

Baca Juga :   Novel Tyty Paembonan Soroti Kinerja Kalangan Pegawai di OPD Kutim

“Diperlukan tindakan nyata dan segera untuk memperbaiki kondisi jalan ini demi kenyamanan dan keselamatan warga,” pungkas Jimmy.

Berita Terkait

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot
RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan
Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN
Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas
Joni Abdi Setia: Pekerjaan PU Skala Besar, Isu Penumpukan Proyek Tidak Benar
Disdukcapil Kutim Terapkan Reward Punishment untuk Tingkatkan Disiplin dan Layani Difabel Lewat Loket Khusus
Disdukcapil Kutim Kawal Verifikasi Isbat Nikah di Teluk Pandan
Fraksi PPP: “RPJMD Tanpa Kepemimpinan Sekda Akan Jadi Dokumen Indah Tanpa Jejak”

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 19:38 WITA

Ambulans Rp9 Miliar Jadi Sorotan, Pemkab Kutim Tegaskan Isu di Media Sosial Tidak Sesuai Fakta

Senin, 2 Maret 2026 - 19:20 WITA

Tepis Isu Salah, Pemkab Kutim Tegaskan Rp9 Miliar untuk Pengadaan 40 Ambulans

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:17 WITA

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:09 WITA

RT Jadi Radar Sosial Kutim: Bupati Minta Data Anak Tidak Sekolah Dilaporkan

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:01 WITA

Ketika Predator Sungai Bengalon Banyak Menelan Korban: Kutim Siap Bagun Penangkaran Buaya

Senin, 1 Desember 2025 - 03:50 WITA

Kutim Samakan Irama Pendidikan: BOSDA Kini Mengalir ke Madrasah, Tak Lagi Hanya Sekolah Negeri

Senin, 1 Desember 2025 - 03:45 WITA

Satpol PP Kutim Tak Punya Kewenangan Untuk Penegakan Kedisiplinan ASN

Senin, 1 Desember 2025 - 03:39 WITA

Tiga Lembaga, Satu Misi: Cara Baru Satpol PP Kutim Menata Kota Lewat Kolaborasi Lintas Dinas

Berita Terbaru

Advertorial

Pemerintah Kutim Susun Peta Digital untuk Tutup Blank Spot

Rabu, 3 Des 2025 - 10:17 WITA