![]()
Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur melalui PLT Kadis PU Joni Abdi Setia, menyatakan jika pembangunan gedung untuk beberapa instansi seperti Polres, Kodim, maupun Polda merupakan bagian dari kerja sama yang telah berlangsung sejak lama.
Menurut Joni, dalam kerja sama pembangunan fasilitas pemerintahan bukanlah hal baru. Sejak awal berdirinya Kutai Timur, mekanisme pembangunan kantor maupun fasilitas pendukung sering dilakukan melalui skema hibah bangunan.
“itu kan Kerjasama pemerintah, istilahnya ada kesepakatan daerah, selama ini di Indonesia juga ada tiap tahun,” ujarnya.
Joni mengatakan bahwasanya pihaknya hanya akan bertindak sebagai pelaksana teknis sesuai mandat dalam dokumen perencanaan. Apabila pembangunan gedung seperti Polres atau fasilitas lain masuk dalam daftar tugas, maka pihaknya akan mengerjakan tugas sesuai denga nisi mandat yang pihaknya terima.
“kami ini hanya pelaksana kami kalau sepanjang ada di dalam mandat di dalam DBA kami, maka kami akan kerjakan karena kami ini kan teknis aja mengerjakan,” tegasnya.
Menanggapi kritik bahwa masih ada bangunan pemerintahan daerah yang belum tuntas namun pembangunan fasilitas Polda terus berjalan, ia menyatakan bahwa prioritas pembangunan ditentukan oleh pihak perencana, bukan eksekutor. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan garasi kendaraan dinas Polda yang sempat dipertanyakan sebagian masyarakat merupakan kebutuhan operasional institusi tersebut.
“Kami ini tukangnya. Ada permintaan, ada mandat, kami kerjakan. Untuk alasan strategis kenapa itu dibangun, bukan kewenangan kami menjawab,” tutupnya
(ADV)

















