Menu

Mode Gelap
Dispar Kutim gelar Pelatihan Tingkatkan SDM di Bidang Kuliner Dinsos Kutim kembali Salurkan Bantuan dari Program DTKS Kaltim Jelang Pilkades Serentak, Ardiansyah Tekankan Jangan lagi ada Rekayasa Aturan DLH Kutim Gandeng GIZ Gelar Lokalatih Pelaporan Inventarisasi Emisi GRK Berangkatkan 83 Calhaj, Ardiansyah Doakan Jadi Haji Yang Mabrur

Advertorial · 13 Nov 2021 15:39 WITA

Bupati Sebut Kutim Indonesia Mini, Beragam Suku Ada Di Sini


 Bupati Sebut Kutim Indonesia Mini, Beragam Suku Ada Di Sini Perbesar

KUTAI TIMUR –  Indonesia merupakan negara kepulauan dengan penuh keanekaragaman, mulai budaya, suku bangsa, ras, etnis, agama hingga bahasa daerah. Setiap suku bangsa memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing. Meski unik dan berbeda-beda, tetap satu Indonesia. Hal tersebut sesuai semboyan negara Indonesia ‘Bhinneka Tunggal Ika’, yang artinya berbeda-beda tetap satu jua.

Demikian juga yang ada di Kab. Kutai Timur, salah satu wilayah yang ada di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kutim merupakan salah satu daerah dimana didalamnya banyak terdapat beragam suku yang berdiam dan mencari rejeki.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Drs. H. Ardiansyah Sulaiman mengatakan, di Kabupaten Kutim terdiri dari beragam suku dan budaya. Bisa dikatakan sebagai Indonesia mini, sebab hampir semua suku terdapat ada di Kutim. Meski beragam, ia bersyukur masyarakat yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang bisa hidup berdampingan dengan baik (kondusif).

Pernyataan itu disampaikan orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, pada acara pelantikan Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep (KOMPAK) periode 2021-2026 di ruang Akasia, Gedung Serba Guna, (GSG), Pusat Perkantoran, Pemkab, Sabtu (13/11/2021).

Ardiansyah Sulaiman, yang terlihat mengenakan baju batik berlengan panjang itu mengungkapkan, bahwa di Kutim warga yang asalnya dari Sulawesi (termasuk Kabupaten Pangkep), jumlah cukub besar. Persentasenya, sekitar 32 persen dari jumlah penduduk Kutim.

“Ini menunjukkan, Kutim terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan ilmunya, di kabupaten yang punya garis pantai hampir 200 km ini,” tuturnya.

Dengan ada Organisasi Masyarakat (Kompak) di Kutim, Ardiansyah berharap bisa bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam mewujudkan program pembangunan yang lebih baik.

“Dan bersama-sama seluruh masyarakat Kutim, kita wujudkan Kutai Timur sejahtera untuk semua,” pintah mantan anggota DPRD Kutim periode 2000 – 2004 dan 2004 – 2009 ini.

Senada dengan Ardiansyah, Muhammad Yusran Lalogau Bupati Kabupaten Pangkep, yang hadir lengkap bersama isteri tercinta dan beberapa pejabat teras Pemkab Pangkep itu berharap, masyarakat Pangkep yang ada di Kutim, bisa membantu pemerintah daerah (Pemkab Kutim) dalam mewujudkan program kerja yang ada.

“Saya berharap warga Kompak tetap memegang teguh semboyan leluhur kita, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung dan jadilah warga Kutim yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memberikan wejangan, agar sifat sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan) dan sipakalebbi (saling menghargai) bisa terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai. (adv)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

380 Siswa SMKN 2 Dilepas Wabup Ikuti Orientasi dan Pembekalan di Mako Lanal Sangatta

19 Juli 2022 - 16:19 WITA

Seskab Rizali Hadi : Disiplin Menjadi Tolak Ukur Bagi seluruh ASN di Kutim

7 Juli 2022 - 23:21 WITA

Kutim Targetkan Penurunan Angka Stunting sesuai Arahan Nasional

7 Juli 2022 - 23:18 WITA

Kutim Masih Butuh Tenaga Honorer, Karena Terbatasnya Formasi ASN

7 Juli 2022 - 23:15 WITA

Pemkab Gelar Rakor Kepegawaian, Begini Pesan Bupati Kutim

6 Juli 2022 - 13:42 WITA

Ini Pesan Wabup kepada Duta Budaya Kutim 2022

6 Juli 2022 - 12:39 WITA

Trending di Advertorial